
Laga El Clasico akan digelar di Camp Nou. (ig @blaugranevent)
JawaPos.com-Barcelona kembali berada di bawah sorotan tajam. Di tengah bayang-bayang kasus Negreira yang terus membebani reputasi klub, Barça masih kesulitan keluar dari pusaran masalah.
Skandal ini dianggap sebagai salah satu kasus korupsi paling serius dalam sejarah sepak bola Spanyol. hal itu membuat banyak pihak mempertanyakan legitimasi gelar-gelar yang diraih klub pada era keemasannya.
Masalah tersebut diperparah proyek renovasi Camp Nou yang penuh penyimpangan. Stadion yang kini berganti nama menjadi Spotify Camp Nou justru menciptakan lubang finansial baru.
Terlepas dari berbagai upaya yang telah ditempuh, kepemimpinan Joan Laporta dalam beberapa tahun terakhir lebih sering dikaitkan dengan akumulasi kerugian ketimbang stabilitas ekonomi. Kini, para penggemar tampaknya harus ikut menanggung dampaknya.
Melansir Defesa Central, Barcelona menetapkan harga tiket VIP box untuk laga El Clasico melawan Real Madrid (yang dijadwalkan pada 9 atau 10 Mei 2026) dengan banderol mencapai €4.000 atau 78 juta rupiah. Angka tersebut langsung memicu keterkejutan, ketidakpercayaan, hingga kemarahan di kalangan pendukung.
Bagi banyak fans, kebijakan ini terasa seperti eksploitasi. Barcelona, yang secara finansial telah berada dalam kondisi sulit selama beberapa tahun, dinilai mencoba menambal masalah keuangannya dengan membebankan biaya tinggi kepada pendukung setia.
Sebelumnya, harga tiket mahal saat laga melawan Athletic Club, pertandingan pertama tim asuhan Hansi Flick setelah kembali ke Camp Nou musim ini, sudah menuai kontroversi. Kini, Laporta seolah mengulang pola yang sama, kali ini dengan skala yang jauh lebih ekstrem.
Pihak klub menjelaskan bahwa area VIP menawarkan fasilitas premium. Kursi mewah, akses ke ruang VIP eksklusif, serta layanan katering sebelum dan sesudah pertandingan. Inilah dasar pembenaran harga fantastis tersebut.
Namun, bagi banyak orang, El Clásico kini terasa berubah menjadi tontonan eksklusif bagi kalangan berduit. Saat ini, Spotify Camp Nou baru mencapai Fase 1B, dengan kapasitas sekitar 45.000 penonton. Barcelona berupaya memaksimalkan pendapatan dari sektor VIP sambil menunggu izin penggunaan penuh stadion.
Kunjungan Real Madrid ke Catalonia pada musim semi 2026 dipandang sebagai peluang emas. Laporta ingin melipatgandakan pendapatan dari kursi VIP dengan memanfaatkan magnet El Clásico.
Jika pada laga biasa harga kursi terbaik berkisar di angka €1.000, untuk El Clásico melonjak drastis menjadi €4.000. Selisih ini mencerminkan strategi klub untuk menarik segmen penonton dengan profil yang sangat berbeda dari mayoritas pendukung sepak bola Spanyol.
Di sisi lain, Barcelona masih berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan renovasi stadion yang pembukaannya dilakukan lebih cepat dari jadwal dan penuh kontroversi. Proyek ini diperkirakan baru rampung pada 2028.
Meski demikian, Laporta lebih memilih pendekatan jangka pendek, dengan target utama mendapatkan lisensi 1C agar kapasitas stadion bisa ditingkatkan hingga 62.500 penonton.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
