
Presiden Estudiantes Juan Sebastian Veron dan para pemain disanksi AFA. (Dok. X/@TNTSportsAR)
JawaPos.com - Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menjatuhkan sanksi kepada Estudiantes setelah aksi protes yang mereka lakukan pada pertandingan babak 16 besar Clausura hari Senin (24/11).
Aksi itu terjadi ketika para pemain Estudiantes menolak memberikan penghormatan atau guard of honour kepada Rosario Central.
Rosario Central dinobatkan sebagai juara setelah mengumpulkan 66 poin dari gabungan turnamen Apertura dan Clausura. Sistem penentuan juara ini merupakan aturan baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam regulasi resmi kompetisi.
Secara tradisional, pemenang Apertura dan pemenang Clausura seharusnya bertemu di laga Champions Trophy pada akhir tahun untuk menentukan juara nasional.
Namun, pada musim ini, AFA mengubah peraturan dan menetapkan bahwa gelar juara diberikan kepada tim dengan total poin tertinggi dari gabungan kompetisi Apertura dan Clausura. Akibat perubahan ini, Rosario Central langsung dinobatkan sebagai juara karena memiliki akumulasi poin tertinggi.
Sementara itu, Champions Trophy tetap digelar tetapi hanya mempertemukan juara Apertura dan juara Clausura tanpa lagi menentukan juara nasional.
Perubahan aturan ini membuat Estudiantes merasa keputusan AFA tidak adil dan bertentangan dengan regulasi awal musim yang kemudian memunculkan aksi protes.
Aksi protes itu dilakukan saat Rosario Central berjalan memasuki lapangan. Namun, para pemain Estudiantes memilih membelakangi Rosario Central sebagai bentuk penolakan terhadap penobatan juara. AFA menilai tindakan ini sebagai perilaku tidak pantas dan merusak citra kompetisi.
Dilansir dari Reuters (28/11), presiden klub yang juga mantan gelandang Manchester United Juan Sebastian Veron dijatuhi skors enam bulan dari seluruh aktivitas terkait sepak bola.
Sementara itu, para pemain inti Estudiantes yang berpartisipasi dalam aksi protes diganjar skors dua pertandingan.
Namun, AFA menegaskan bahwa hukuman untuk para pemain tidak akan dijalankan secara bersamaan. Mekanisme ini diterapkan agar sanksi yang dijatuhkan tidak mengganggu jalannya kompetisi Clausura yang masih berlangsung.
Dengan demikian, para pemain tetap dapat tampil di laga perempat final melawan Central Cordoba pada Minggu (30/11).
Dalam pernyataan resmi Estudiantes, pihaknya tengah menganalisis sanksi yang diterima dan memberikan dukungan kepada Veron dan para pemain.
“Dewan Direksi menyatakan dukungan sepenuhnya kepada presiden Juan Sebastian Veron, Santiago Nunez, dan seluruh skuad professional,” tulis Estudiantes melalui X.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
