Newcastle United laporkan polisi Prancis ke UEFA. (Dok. X/@NUFC)
JawaPos.com - Ketegangan usai laga Liga Champions antara Newcastle United dan Marseille masih berlanjut setelah klub asal Inggris itu menuduh polisi Prancis melakukan kekerasan terhadap para suporternya.
Newcastle United memastikan akan melayangkan keluhan resmi kepada UEFA, Olympique de Marseille, dan otoritas Prancis terkait penanganan suporter mereka usai kekalahan 2-1 dari Marseille di Liga Champions.
Dilansir dari Daily Mail (27/11), Newcastle United menyebut para pendukungnya diadang, disemprot, dan dipukul secara tidak perlu oleh polisi Prancis saat berada di sektor tribun tamu.
Polisi diklaim menggunakan semprotan merica, pentungan, dan tameng untuk menahan pergerakan suporter yang akan meninggalkan stadion.
Newcastle menilai tindakan itu berlebihan dan membahayakan keselamatan pendukung mereka, terutama di area atas tribun tempat desak-desakan mulai terjadi.
Newcastle menjelaskan bahwa prosedur standar untuk suporter tandang ialah menahan mereka hingga satu jam sebelum dipulangkan dalam kelompok 500 orang menuju stasiun metro.
Namun, setelah rombongan pertama keluar, polisi justru beralih ke tindakan represif untuk menghentikan suporter lainnya mengikuti rombongan itu. Klub menyebut banyak suporter yang tampak tertekan dan ketakutan akibat tindakan yang dilakukan.
“Keselamatan dan kesejahteraan pendukung harus selalu menjadi yang terpenting dan kami mengutuk keras perlakuan polisi terhadap pendukung kami,” tulis Newcastle dalam pernyataan resminya.
Klub juga menyatakan tengah mengumpulkan bukti dan telah berkoordinasi dengan United Kingdom Football Policing Unit (UKFPU). Suporter yang mengalami atau menyaksikan insiden itu juga diminta melapor untuk memperkuat pengaduan.
Sementara itu, kepolisian Marseille memberikan keterangan dengan versi berbeda. Polisi mengatakan hanya menangani crowd surge atau dorongan massa yang berpotensi menimbulkan bahaya.
“Menjelang akhir operasi, di area pengunjung terjadi lonjakan massa yang mengharuskan intervensi polisi anti huru-hara CRS. Salah satu polisi hanya menggunakan gas air mata secara terbatas, yang menyebabkan sekitar 20 penggemar merasa tidak nyaman selama beberapa menit,” jelas pihak kepolisian.
Pihak kepolisian menyebut hanya ada penggunaan gas air mata dalam jumlah sangat terbatas dan menyatakan bahwa operasi berjalan lancar tanpa laporan cedera.
“Tidak ada kekerasan yang digunakan dan operasi berjalan lancar. Tidak ada korban luka atau keluhan yang dilaporkan setelah kejadian ini,” tambah pihak kepolisian.
Insiden ini menambah panjang daftar kritik terhadap penanganan keamanan laga besar di Prancis, setelah sebelumnya terjadi kekacauan serupa pada final Liga Champions 2022 antara Liverpool dan Real Madrid.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
