
Ilustrasi
JawaPos.com - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Febri Hendri meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran uang suap yang diterima Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. Pasalnya, Tonny Budiono diduga menerima suap dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung sebesar Rp 20 miliar dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adhiputra Kurniawan.
"Menurut kami, KPK harus menelusuri lebih lanjut, kemana saja aliran uang hasil gratifikasi tersebut mengalir. Tersangka menyatakan bahwa aliran dana ke kegiatan sosial. Menurut kami selain kegiatan sosial, hasil gratifikasi tersebut juga dimungkinkan mengalir ke pihak lain dalam jumlah besar," kata Febri kepada JawaPos.com, Senin (28/8).
Febri menilai penggunaan kartu ATM dalam tindak pidana korupsi memang relatif baru. Dan hal itu tentu bisa menghilangkan jejak tindak pidana.
"Modus ini membutuhkan pekerja yang terus mengambil uang cash atau transfer ke rekening lain karena limitasi pengambilan cash atau transfer menggunakan ATM," paparnya.
Menurut dia, OTT yang melibatkan Antonius Tonny Budiono ini membuktikan bahwa Kemenhub belum serius memberantas korupsi. Terutama, pungli dan suap-menyuap terkait dengan kewenangan dan pengadaan di dalam internal organisasi di Kemenhub.
"ICW pernah bergabung dalam Satgas OPP (Operasi Pemberantasan Pungli) dan mendapat kesan bahwa pejabat Kemenhub tak serius mencegah pungli atau pungli," pungkasnya.
Seperti diketahui, KPK menangkap lima orang dalam OTT pada Rabu (23/8) di beberapa tempat di Jakarta. Dari lima orang yang tertangkap, KPK menetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono sebagai tersangka penerima dan Komisaris PT AGK, Adhi Putra Kurniawan sebagai tersangka pemberi suap.
Dalam OTT, KPK menyita uang tunai dari berbagai jenis mata uang asing yang totalnya mencapai Rp 18,9 miliar serta empat ATM dari rekening bank berbeda. Sementara di dalam rekening Bank Mandiri saja, terdapat sisa saldo sebesar Rp 1,174 miliar. Sehingga, total yang diduga telah diterima Tonny Budiono adalah sekitar Rp 20 miliar.
Diduga pemberian uang Rp 20 miliar oleh Adhi Putra Kurniawan kepada Antonius Tonny Budiono terkait dengan pekerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
