Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Agustus 2017 | 20.13 WIB

9 Anak Jadi Korban, Ketua KPAI Kutuk Aksi Bejat Predator Cengkareng

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) - Image

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

JawaPos.com - Sebanyak sembilan anak laki-laki usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban predator anak. Nahasnya, mereka disasar oleh orang dekat atau tetangga di lingkungan mereka dengan modus mengiming-imingi korbannya dengan hadiah.


Meski kini pelakunya, AW alias W alias G (29) sudah dibekuk, namun hal itu menimbulkan trauma pada anak-anak yang menjadi korban keganasan dari predator itu.


Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto mengaku pihaknya prihatin dan mengecam peristiwa bejat itu. 


Menurut Susanto, dalam banyak kasus, pelaku tak langsung melancarkan aksinya, tetapi melalui berbagai tahapan. Karena itu, pagi ini KPAI mengunjungi Polsek Cengkareng untuk mengumpulkan berbagai bukti.


“Iming iming jajanan, mainan, uang, bahkan diajak jalan-jalan merupakan modus baru yang sering kali tak dideteksi sejak awal oleh orang sekitar,” kata Susanto kepada JawaPos.com, Senin (28/8).


Susanto meminta orang tua dan warga sekitar, agar lebih jeli dan peka terhadap gerak-gerik predator anak. Sebab, kasusu di Cengkareng ini, menjadi tanda bahwa kejahatan seksual masih menjadi masalah serius.


“Kami mengapresiasi Kapolsek Cengkareng atas kesigapannya menangkap terduga pelaku. Ini langkah awal baik dalam penegakan hukum,” ungkap Susanto.


Sebelumnya, pelaku sudah dibekuk polisi. Pelaku menggunakan modus memberi iming-iming makanan untuk merayu korbannya. Kemudian pelaku mengajak anak-anak dengan mengiming-imingi makanan kemudian mengajak mengantar sekolah. 


Si Predator anak itu kemudian merayu para korbannya memberi iming-iming berupa uang kepada korbannya. Itu dilakukan agar bisa menyeret korban ke rumah pelaku 



Aksi predator tidak terlalu mengundang perhatian, karena dianggap sebagai tetangga, pelaku juga sering antar-jemput sekolah para korban sehingga tidak dicurigai. Kejadian tersebut terjadi di wilayah, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Kini, para korban yang masih usia anak mengalami trauma dan perubahan perilaku menjadi pendiam.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore