Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2017 | 20.59 WIB

Risma: Jangan Jadikan Rakyat Penonton!

Wali Kota Surabaya, Tri Rimsaharini - Image

Wali Kota Surabaya, Tri Rimsaharini

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Tri Rismaharini mengatakan, bekerja untuk rakyat tidak bisa dengan mental merasa jadi pejabat, namun harus dengan hati yang melayani. 


Pernyataan tegas tersebut ia lontarkan dalam rembuk nasional Gerakan Indonesia Bersih (BIB) (26/8) yang dihadiri oleh pejabat dari pemerintah pusat dan daerah, di Surakarta, Jawa Tengah yang digelar oleh Kemenko PMK.


Risma sendiri juga membagikan invoasi pelayanan publik apa saja yang diterapkan di Kota Surabaya, terutama yang berkaitan dengan Gerakan Indonesia Bersih. 


Program-program yang telah berjalan meliputi e-Health, e-Farming, dan community clean up. Tak hanya itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Surabaya kini sudah menghasilkan listrik 2 megawatt dan diharapkan bisa meningkat di tahun 2018. 


Gerakan bersih dalam bentuk sinergi taman kota dan penggunaan kompos juga berhasil menurunkan suhu di Kota Surabaya, dari 34 derajat celcius menjadi 32 derajat celcius.


Terobosan-terobosan ini mengantarkan Surabaya pada berbagai macam bentuk penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan Resilient City untuk Surabaya, dan Residential Property Index yang terus mengalami peningkatan sejak tahun 2008-2016. 


Gebrakan Kota Surabaya juga membawa mereka dalam penghargaan Top 40 Inovasi Publik Terbaik 2017 yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 


Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani.


“Jangan jadikan dana sebagai alasan. Kalau begitu terus, tidak akan maju-maju. Jadikan warga di kota sebagai pelaku-pelaku perubahan. Jangan jadikan rakyat sebagai penonton,” ungkapnya.


Gagasan yang dinyatakan oleh Risma ini sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Menko PMK. Dalam arahannya di Pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, Puan mengatakan, bahwa pelayanan publik harus menjadi garda terdepan revolusi mental sehingga bisa mendukung masyarakat yang berdaya. 


“Para pelayan publik dulu yang harus memberi contoh, dan harus bisa jadi tauladan,” ungkapnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.


Rembuk Nasional dan Workshop Pekan Kerja Nyata dilaksanakan di hari kedua Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental


Pembagian rembuk didasari pada lima gerakan turunan Revolusi Mental, yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Bersih, dan Gerakan Indonesia Tertib.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore