
Sebanyak 143 pasangan mengikuti nikah massal yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
JawaPos.com - Sebanyak 143 pasangan mengikuti nikah massal yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Nikah secara gratis itu tidak hanya diikuti pasangan muda, tetapi juga banyak pasangan yang sudah lanjut usia.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, dari 143 pasangan itu terdiri dari pengantin baru dan lama. Mereka semuanya orang yang kurang mampu melaksanakan nikah sehingga dibantu oleh PKB.
"Alhamdulilah ini jadi momentum PKB untuk membantu saudara-saudara yang tidak mampu melaksanakan pernikahan," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di Gedung Pegadaian Pusat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (25/8).
Pantauan JawaPos.com di lapangan, sebelum pernikahan dimulai terdapat ritual budaya Betawi, yakni Palang Pintu. Para jawara dari pasangan wanita dan pria saling beradu pantun dan silat. Itu dilakukan sebagai syarat utama pasangan pria untuk bisa melakukan pernikahan.
Raut muka ceria tampak terpasang dari 143 pasangan tersebut, lantaran akhirnya bisa nikah resmi. Mempelai perempuan pun berdandan ala budaya Betawi dengan mengenaikan pakaian kebaya putih dan bawahan batik. Sedangkan sang mempelai pria mengunakan pakaian putih lengkap dengan peci hitam.
Ketika awal musik rebana dimainkan pasangan tampak senang. Bakhan ada pula saking senangnya mereka berangkulan dan menunjukan kemesraan kepada awak media dan para tamu yang datang.
Cak Imin menambahkan, pasangan pengantin itu berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek. Mereka semua ada yang terdiri dari pengantin baru ataupun yang selama ini menikah siri namun belum disahkan secara legal karena terkendala biaya.
"Paling muda 20 tahun dan paling tua 66 tahun. Mereka terdiri dari ada pemulung, tukang batu, serabutan dan pengantar koran," katanya.
Dia menambahkan pasangan yang menikah ini tidak ada poligami ataupun poliandri. Mereka semuanya ingin melakukan nikah gratis. Sementara maharnya tersebut sebesar Rp 200 ribu. "Enggak ada poligami," ungkapnya.
PKB pun dikatakan Cak Imin rutin melakukan kegiatan tersebut. Karena banyak juga masyarakat yang belum bisa melakukan pernikahan karena terkendala biaya. "Rutin setiap tahun bisa dua dan tiga kali, tapi tergantung masyarakat juga yang menhendaki," pungkasnya.
Adapun para menteri yang menjadi saksi pernikahan tersebut, diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, dan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
