Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Agustus 2017 | 23.00 WIB

Tegangnya Penumpang Bus Transjakarta Koridor 13 Saat Dalam Perjalanan

Jalur Transjakarta koridor 13 (Ciledug-Tendean) - Image

Jalur Transjakarta koridor 13 (Ciledug-Tendean)

JawaPos.com - Transjakarta Koridor 13 (Ciledug-Tendean) merupakan jalur bus rapid transit (BRT) yang paling mengerikan dibanding 12 koridor lainnya. Koridor ini menggunakan jalan layang (elevated) dan ketinggiannya dari jalan darat mencapai 23 meter.


Sementara lebar jalur bus ini hanya bisa dilintasi oleh dua bus ukuran besar untuk saling berpapasan. Tingginya posisi jalur busway ini membuat penumpang yang berada di dalam bus merasa deg-degan. Bahkan terkesan mengerikan. Apalagi ketika bus Transjakarta ini melintas di jalur pada tingkat ketinggian tertinggi.


Jumat (25/8) pagi JawaPos.com mencoba merasakan sensasi menumpangi Transjakarta Koridor 13. Selama dalam perjalanan penumpang yang berada di dalam bus terlihat kompak menengok keluar jendela. Sebagian dari mereka berpegangan, baik pada kursi, maupun pada tiang-tiang dalam bus. Terlihat jelas rasa tegang di rawut wajahnya masing-masing.


Kendati ada yang merasa ded-degan, namun penumpang tetap berupaya menikmati pemandangan yang ditawarkan di jalur layang tersebut. Dari jendela, penumpang bisa melihat gedung-gedung kota Jakarta dari sisi atas.


Odi (30), salah seorang penumpang mengaku antusias dengan perjalanannya yang kini dapat ditempuh lebih cepat yakni 25-30 menit.


"Ya dulu kan kena macet melulu, sekarang naik ini (bus Transjakarta) lewat atas gak ada kendaraan lain, jadi cepat," ujar penumpang yang turun di Halte Puri Beta 2 tersebut.


Selain waktu perjalanan relatif lebih cepat, sambungnya, penumpang bisa menikmati pemandangan lain selama di perjalanan. "Asyik aja sambil lihat gedung-gedung," katanya seraya memerhatikan keluar jendela.


Selain pemandangan, tak ketinggalan pula ukiran dinding sepanjang jalan layang koridor 13 yang meniru bentuk Gigi Balang. Ukiran salah satu ikon budaya Betawi itu dicat berwarna hijau dan kuning terlihat memanjakan mata.


Sayangnya, koridor yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada 16 Agustus 2017 lalu ini belum dilengkapi lampu penerangan. Sehingga perjalanan di malam hari membuat penumpang lebih merasa 'ngeri'.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore