Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Agustus 2017 | 18.34 WIB

Jangan Anggap Remeh, Jamaah Haji dan Umrah Rentan Kena Nyeri Sendi

dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS - Image

dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

JawaPos.com - Tahun ini sebanyak 221 ribu jamaah haji asal Indonesia menjalankan ibadah di tanah suci. Data Kementerian Agama sebanyak 83 persen jamaah berusia lebih dari 50 tahun sedangkan usia kurang dari 50 tahun hanya 17 persen. Masalah nyeri lutut dan pinggang merupakan masalah yang umum diderita kelompok lansia.


Ahli Nyeri dari Klinik Onta Merah Pain and Spine Center, Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan tubuh manusia terdiri dari 206 tulang, dan 230 sendi baik yang menopang tubuh secara langsung dan tidak. Normalnya, pada usia muda baik tulang maupun sendi tidak mengalami masalah. Tulang rawan sendi (cartilage) masih tebal melindungi dengan baik kapsul sendi serta jaringan sekitarnya seperti otot dan penghubung sendi.


Dengan bertambahnya usia, dipengaruhi beberapa faktor seperti pekerjaan, gaya hidup. Daerah sendi yang tadinya normal akan mengalami kerusakan.


“Usia diatas 40 tahun, perempuan kegemukan, pekerjaan dan aktivitas atau olahraga berlebih serta faktor genetik. Memiliki kontribusi terhadap kerusakan sendi,” jelas Mahdian dalam keterangan tertulis, Jumat (25/8).


Tak hanya di lutut, kerusakan sendi dapat terjadi di semua bagian tubuh seperti tulang belakang, pinggang, dan tangan. Pada perjalanan ibadah haji dan umrah, thawaf dan sa’i merupakan rukun yang harus dikerjakan. Baik thawaf dan sa’i keduanya dilakukan dengan berjalan kaki. Satu putaran thawaf jika dilakukan di lantai 2 Masjidil Haram jaraknya bisa mencapai jarak 1 kilometer jika dilakukan 7 kali putaran setidaknya jamaah haji menempuh jarak 7 kilometer.


Belum lagi sa’i, prosesi untuk mengenang gerak Siti Hajar antara bukit Safa dan Marwah ketika kebingungan mencari air, jaraknya mencapai 500 meter. Maka untuk tujuh kali jalan tersebut jamaah harus berjalan hingga 3,5 kilometer.


“Sebelas kilometer untuk prosesi thawaf dan sa’i, bagi mereka usia di atas 50 tahun. Apalagi yang memiliki masalah sendi dan faktor risiko seperti obesitas, tentunya dapat menganggu kenyamanan ibadah haji,” ujar Mahdian.


Secara kasat mata kerusakan sendi tidak bisa dilihat terlebih pada derajat ringan. Kemerahan dengan memar akan terlihat jika kerusakan sendi sudah terjadi pada derajat yang lebih berat. Seseorang dengan masalah sendi umumnya datang ke dokter dengan keluhan utama berupa nyeri.


Nyeri kronik pada daerah sendi merupakan jenis nyeri yang paling sering terjadi pada seseorang. Angkanya sekitar 15 persen dari semua jenis nyeri, dengan penyebab paling umum berupa osteoartritis. Pada pemeriksaan laboratorium darah tepi, imunologi, dan cairan sendi.


Kondisi ini umumnya tidak memiliki kelainan kecuali osteoartritis yang disertai dengan peradangan. Untuk melengkapi diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan radiologis untuk mengetahui penyebab nyeri sendi. Dari pemeriksaan radiologis dapat diketahui adanya penyempitan celah sendi, kista tulang dan osteofit pada pinggir sendi.


“Akivitas ibadah haji atau umrah, dengan jarak terlampau jauh dan sering (over use sendi) dapat meningkatkan risiko nyeri sendi, baik pada lutut atau bagian tubuh lain,” jelasnya.


Dia meminta hal itu jangan diangap remeh. Jika nyeri ini tidak ditangani dengan baik, tentunya dapat mengganggu aktivitas ibadah. Dalam dunia kedokteran selain terapi, pencegahan nyeri juga dapat dilakukan.


“Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Mereka dengan usia diatas 50 tahun, dengan keluhan nyeri sendi baik ringan atau sedang dianjurkan melakukan terapi intervensi dan untuk mencegah nyeri timbul saat ibadah haji,” jelasnya.


Jamaah haji disarankan jangan terlalu gemuk agar mudah menjalankan aktivitas. Selain meningkatkan fungsi sendi, modifikasi gaya hidup dengan menurunkan berat badan dapat mengkontrol rasa nyeri yang hilang timbul pada penderita osteoartritis.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore