
BERANTAS PUNGLI: Pemimpin Redaksi Jawa Pos (dua dari kiri) bersama tim Saber Pungli Pusat.
JawaPos.com- Meski sistem pelayanan masyarakat sudah banyak yang mengadopsi sistem online, pungutan liar (pungli) masih bisa saja terjadi. Perlu ada peningkatan integritas dari petugas pelayanan.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol M. Ghufron saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Kamis (24/8). Sistem pelayanan online ternyata masih punya celah. Terutama dari segi pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, sistem tersebut belum menyeluruh. ”Masih ada celah ketika masuk pada sistem offline-nya,” katanya.
Mantan Kapolda Bengkulu ini mencontohkan tertangkapnya PNS di daerah Bandung. Dia tertangkap tangan saat melakukan pungli saat tahap verifikasi berkas perijinan. Padahal, sebelumnya, pendaftaran sudah online. Seolah tak ada celah. ”Sehingga, sistem yang sudah bagus ini perlu ditunjang dengan orang yang berintegritas,” tegasnya.
Dia menggarisbawahi tentang pentingnya membangun sistem dan budaya di masyarakat. Terutama sistem terkait pencegahan dan pemberantasan. Selama ini, operasi tangkap tangan (OTT) dianggapnya masih yang paling efektif. Karena, akan berimbas langsung dan menjadi shock therapy bagi institusi lain. “Dampak yang paling besar salah satunya pungutan di jalur pantura Jawa dan lintas Sumatera,” urainya.
Ada penurunan biaya operasional transportasi darat yang cukup drastis di jalur pantura. Sebelum ada satgas, di sepanjang jalur tersebut ada sekitar 20 titik pungli. Sopir truk biasa melempar uang saat melewati titik-titik tertentu. Sejak ada satgas ini, jumlah titik pungli sudah berkurang.
Selain itu, budaya masyarakat juga perlu diperbaiki. Karena, saat ini masyarakat masih menganggap pungli sebagai suatu yang wajar. Bahkan, pungli belum diartikan sebagai tindakan yang menyimpang. Sehingga, mau tidak mau, peran masyarakat harus dikuatkan. Meski, sampai saat ini, sudah ada sekitar 3.100 laporan yang masuk terkait praktik pungli. “Kami dekati tokoh masyarakat hingga pelajar dan mahasiswa untuk membentuk masyarakat anti pungli,”jelasnya.
Jenderal Polisi bintang dua ini menegaskan, masyarakat tidak perlu takut dengan adanya satgas saber pungli. ”Kalau memang tidak melanggar, kenapa harus takut,” tegasnya. Menurut dia, adanya satgas ini justru berdampak positif.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
