Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2017 | 23.50 WIB

Duh, Kondom Bekas Pakai Berserakan di Tempat Mangkal Waria

Waria dan WTS digelandang ke kantor Satpol PP. Selanjutnya mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina. - Image

Waria dan WTS digelandang ke kantor Satpol PP. Selanjutnya mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina.

JawaPos.com - Praktik esek-esek di Balikpapan rupanya masih beroperasi meski lokalisasi sudah ditutup pemerintah daerah setempat. Sejumlah lokasi sering dipenuhi kupu-kupu malam hingga azan subuh terdengar. Tidak hanya dilakukan oleh waria, tetapi juga wanita tunasusila (WTS).


Menanggapi keresahan masyarakat, Rabu (23/8) sekira pukul 03.00 Wita dini hari, Satpol PP melakukan operasi. Razia dilakukan tim penertiban. Mengenakan seragam dan berpakaian preman, puluhan petugas Satpol PP mendatangi sejumlah lokasi yang biasa dijadikan transaksi mesum. Lokasi yang disisir di antaranya di Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Gunung Pasir.


Suasana jalan kota yang cukup lengang mendadak ramai. Di kawasan Markoni misalnya, aksi kejar-kejaran terjadi. Sejumlah waria yang melihat ada petugas langsung lari tunggang langgang. Mereka dengan segera melepas sepatu berhak tinggi. Berusaha kabur dari petugas yang mengejar.


“Kami berhasil menangkap satu waria, yakni Lady usia 23 tahun dan satu WTS berinisial MG yang berumur 35 tahun. Sisanya mereka berhasil kabur,” terang Kasi Operasi Satpol PP Balikpapan, Siswanto, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Usai mengobok-obok sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, kemudian petugas menuju kawasan Gunung Pasir. Aksi kejar-kejaran kembali terjadi. Kali ini nasib apes menimpa dua waria. Jihan (25) dan Adera (19) kalah lari saat dikejar petugas.


"Total yang kami amankan ada tiga waria dan satu WTS. Sampai pagi kami amankan di kantor Satpol PP, kemudian kami serahkan ke Dinas Sosial," lanjut Siswanto.


Pihaknya menyebut, akan gencar melakukan penertiban. Selain karena banyaknya laporan masyarakat, juga aktivitas mereka mengotori kota. Ini karena ditemukan alat kontrasepsi atau kondom yang berhamburan di lokasi-lokasi tempat mangkal para WTS dan waria ini.


"Ini akan terus kami lakukan penertiban. Karena mereka merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas. Bagi yang tertangkap kami serahkan ke Dinas Sosial. Kemudian juga akan dipanggil untuk mengikuti sidang Tipiring," pungkasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore