
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listiyarti, didampingi tenaga ahli LPSK, Susilaningtyas, saat mendatangi TK Mexindo Bogor.
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendesak kasus pencabulan terhadap salah seorang bocah TK Negeri Mexindo di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, untuk dituntaskan.
Meski sudah tiga bulan berjalan, kasus yang menimpa bocah berinisial QZ (4,5) itu belum juga rampung. Beberapa hari terakhir, kasus tersebut viral di dunia maya.
Hal itulah yang melatarbelakangi KPAI dan LPSK datang meninjau TK Mexindo. "Untuk mengumpulkan informasi terkait dugaan pelecehan, secara khusus KPAI akan melakukan pengawasan," jelas Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listiarti kepada awak media kemarin (23/8).
Hampir serupa, kedatangan LPSK ke TK Mexindo bermaksud membantu agar kasus tersebut terang benderang. Tenaga ahli divisi penerimaan permohonan LPSK Susilaningtias mengaku siap melakukan perlindungan terhadap saksi-saksi.
"Kami akan melakukan perlindungan kepada saksi dan korban. Tapi, itu juga ada kesukarelaan korban. Pada prinsipnya, LPSK sudah melakukan perlindungan kepada korban dan saksinya terkait dengan kasus ini," terangnya.
Kasus tersebut terungkap saat korban terlambat pulang sekolah ketika dijemput pada Rabu siang (10/5). QZ mengeluh kesakitan sepulang sekolah di bagian kemaluannya. Setelah diperiksa orang tuanya, ternyata ada darah yang keluar dari kemaluan QZ.
"Kami keluarga awalnya tidak curiga. Tapi, ketika dijemput di sekolah, kok terlambat setengah jam," ujar ibu korban berinisial MF.
Dia menjelaskan, sebelum kejadian itu, sikap buah hatinya memang sudah berubah. Akhirnya, setelah dirayu berulang-ulang, bocah periang tersebut mau bercerita. QZ mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan kepada ibunya. "Anak saya mengaku sudah dua kali dipegang kemaluannya," ungkap MF.
Kepala TK Negeri Mexindo Siti Sofiah menyatakan, pihaknya tengah menunggu hasil dari kepolisian. Meski begitu, menurut dia, terlapor U yang berstatus PNS sudah dipindahtugaskan. U kini bekerja di Dinas Pendidikan Kota Bogor terhitung sejak Selasa (22/8).
Secara terpisah, Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota AKP Syarif Hidayat menambahkan, perkara itu sedang dalam penanganan penyidik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
