Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2017 | 11.51 WIB

Mantan Pangdam dan Gubernur Akmil Ramaikan Bursa

DAFTAR: Istu Hari Subagio (dua dari kiri) menyerahkan formulis ke Freddy - Image

DAFTAR: Istu Hari Subagio (dua dari kiri) menyerahkan formulis ke Freddy

Jawapos.com – Bursa Pilgub Jatim makin ramai saja. Itu terjadi setelah pensiunan jenderal bintang dua ikut mendaftar. Dia adalah Mayjen (Purn) Istu Hari Subagio yang saat ini menjabat wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jatim.


Bisa ditebak, Istu juga maju melalui partai berlambang beringin tersebut. ’’Sebab, sudah menjadi bagian dari keluarga,’’ kata mantan Pangdam Bukit Barisan itu.


Terlahir di Kertosono, Istu terpanggil untuk kembali dan mengabdi di Jatim. Dia memilih Partai Golkar dalam debut politiknya. ’’Bukan karena apa-apa. Keluarga saya memang aktif di Golkar Nganjuk,” jelas Istu.


Dia pun dipercaya sebagai wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jatim periode 2017–2022. Ternyata, Istu tidak puas hanya menjadi ketua pemenangan pemilu. Mantan gubernur Akademi Militer tersebut memilih sekalian nyemplung dalam kontestasi itu.


Pada Jumat (18/8), Istu mengambil formulir di kandangnya sendiri. Tanpa memilih posisi Jatim 1 atau Jatim 2, Istu menyatakan siap mengabdi untuk Jatim. Padahal, bertahun-tahun berdinas di sejumlah daerah, Istu cukup jarang berada di Jatim.


’’Jangan salah. Saya pernah cukup lama jadi asisten operasi Pangdam Brawijaya di sini,” ungkapnya. Jabatan tersebut dipegangnya pada 2002–2006. Dalam kurun waktu itu, Istu menyerap banyak pengalaman soal kondisi sosial dan politik di Jatim. ’’Tugas saya kan menjaga pertahanan provinsi waktu itu. Jadi, sudah pasti paham soal keamanan dan daerah di Jatim,” lanjutnya.


Satu lagi bekal yang dimiliki Istu. Yakni, ilmu dalam bidang manajemen sumber daya manusia (MSDM). Dia mendapat gelar magister manajemen di Universitas Negeri Semarang dua tahun silam.


Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Istu yakin mampu mengemban tugas sebagai pemimpin di Jatim. Tentu, model kepemimpinan di lingkungan militer akan berbeda dengan Jatim. Apakah Istu sudah siap?


’’Memang, jumlah warga Jatim 42 juta jiwa. Lebih banyak daripada memimpin batalyon yang hanya seribu orang,” tutur Istu. Apalagi, masyarakat Jatim memiliki beragam latar belakang.


Karena itu, dia membutuhkan trik khusus agar bisa berkomunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. ’’Saya tahu menghadapi masyarakat Mataraman bagaimana, masyarakat wilayah Arekan bagaimana. Pemimpin Jatim harus menguasai itu,” katanya.


Jika dipercaya menjadi gubernur atau Wagub, Istu tidak akan melupakan jiwa militernya. Yakni, menjunjung nilai-nilai nasionalisme. Termasuk Nawacita yang sedang digaungkan presiden. ’’Sebagai pemimpin Jatim nanti, saya akan melanjutkan Nawacita sebagai program utama,” tuturnya.



IPNU Nyatakan Dukung Calon NU
MAJELIS Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) menyatakan bakal mendukung siapa saja calon pemimpin Jatim dari kalangan NU. Karena itu, mereka menyampaikan dukungannya terhadap dua bacalon terkuat pilgub Jatim, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.


Hal itu disampaikan dalam silaturahmi, sarasehan, dan penganugerahan MA IPNU Award di JW Marriot Surabaya Minggu (20/8). Ketua MA IPNU Jatim Muzammil Syafii menyatakan, pihaknya memilih netral dan tidak mendukung salah satu calon. ’’Yang penting, pemimpin Jatim harus dari NU,’’ ujarnya.


Karena itu, IPNU mengundang dua tokoh tersebut untuk hadir dalam sarasehan kemarin. Muzammil mengungkapkan, dirinya ingin Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa bisa membagikan konsep-konsep yang akan mereka usung jika maju ke pilgub. ’’Kita ingin dua tokoh ini disandingkan. Kalau tidak hadir, berarti kurang percaya diri,’’ ujarnya.


Dengan mendukung kedua calon, Muzammil menegaskan tidak masalah jika suara NU terpecah menjadi dua. Menurut dia, kondisi tersebut wajar terjadi dalam demokrasi. Dari sisi etika politik dan demokrasi, lanjut dia, tidak pantas jika hanya calon tunggal yang maju. ’’NU pasti berbeda. Ketika konsolidasi kita satu suara, tetapi pada akhirnya punya pilihan berbeda, itu biasa,’’ jelas Muzammil.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore