
SEMOGA MABRUR: Tukinem, salah seorang CJH asal Sidoarjo yang menggunakan bantuan kursi roda.
JawaPos.com – Tangis haru sekaligus pancaran kegembiraan kembali mewarnai keberangkatan calon jamaah haji (CJH) dari Kota Delta. Giliran tiga kelompok terbang (kloter) yang dilepas Minggu (20/8) menuju Asrama Haji Sukolilo. Di setiap kloter ada sekitar 445 jamaah. Ribuan pengantar CJH ikut menjejali area Pendapa Delta Wibawa hingga meluber ke Jalan Gubernur Suryo.
Berdasar pantauan Jawa Pos, rombongan jamaah beserta anggota keluarga mulai berdatangan ke pendapa pada pukul 12.00. Hampir semua jamaah berasal dari Sidoarjo. Bahkan, kloter 69 berisi CJH dari satu kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Yakni, KBIH Rohmatul Ummah.
Suasana haru menyelimuti keberangkatan para calon tamu Allah tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang meneteskan air mata. Uswatun Ma’rifah, 46, misalnya. CJH asal Wonoayu tersebut sempat tertahan untuk masuk area keberangkatan. Sebab, dia digelantungi Ifah Moridatul Rosyidah, putri bungsunya. Bahkan, butuh waktu 10 menit untuk bisa melepaskan pelukan putrinya. Sang putri pun terlihat lunglai.
’’Bukannya nggak rela. Tapi, anak saya itu baru pulang satu tahun setelah mondok lama. Dia masih kangen sama ibunya,’’ jelas Uswatun.
Duka itu pun menular. Sang putri sulung, Elfa Rosyida Anggraini, dan Imron Rosyidi, suaminya, tampak tidak kuasa menahan duka. Pada musim haji kali ini, Uswatun memang berangkat sendiri. Sebab, sang suami sudah berangkat pada 2012. ’’Saya sama saudara dan tetangga kok. Jadi, sebenarnya tidak apa-apa,’’ tambah Uswatun.
Berkunjung ke Tanah Kelahiran
Ada tangis haru, tetapi ada juga semangat. Pancaran semangat itu tampak pada gurat wajah Hajjah Mukaromah, 42, asal Sedati. Nama Hajjah itu disandang bukan karena telah menjalani ibadah haji. Tetapi, memang namanya demikian sesuai kartu identitasnya. Dia diberi nama Hajjah lantaran lahir di Makkah. Saat itu jamaah hamil tua memang masih diizinkan untuk menjalankan ibadah haji. Nah, pada 1975, Mukaromah dilahirkan.
’’Dapat cerita dari ibu sejak kecil. Jadi, saya memang sudah lama pengin berkunjung ke tanah kelahiran sekaligus ibadah,’’ ujar perempuan yang sejak muda disebut kaji cilik tersebut.
Sementara itu, CJH tertua asal Sidoarjo tercatat berasal dari kloter 69. Yang perempuan bernama Sholihati binti Mohamad Said, 79, sedangkan yang laki-laki Ikhwan bin Bakrie, 84. Meski masuk CJH tertua, pasangan suami istri tersebut tampak masih sehat. Tidak memakai kursi roda. ’’Bapak itu kerja tani, masih kuat sampai sekarang. Kalau ke rumah, malah pakai sepeda onthel cepat sekali,’’ ujar Masruroh, anak kelima pasutri tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo Achmad Rofi’i mengatakan, berdasar data yang didapat, jumlah jamaah berkursi roda hanya tujuh orang. ’’Totalnya, dari kloter 69–74, hanya ada 37 jamaah yang memakai kursi roda,’’ ujar Rofi’i yang juga menjadi petugas kloter 69.
Dalam kesempatan itu, Bupati Saiful Ilah kembali memberikan imbauan dan semangat kepada para jamaah. ’’Di sana kan untuk ibadah. Makan dan minum jangan macam-macam. Kalau perlu, minumnya air zamzam saja terus,’’ ucapnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
