Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Agustus 2017 | 05.39 WIB

Sadis! Sikat Tas Della, Jambret Tendang Motor Korban

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos- Della Afrilani Safitri (19) harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Mahasiswi salah satu universitas swasta di Bandarlampung ini menjadi korban keganasan aksi bandit jambret.


Della menderita luka serius di bagian wajah dan tangannya.
Peristiwa nahas itu menimpa Della, Rabu (16/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Tepatnya di Jl. Gatot Subroto depan MAN 2 Bandarlampung Telukbetung Utara.


Saat itu Della beserta Nila sepupunya hendak pulang ke rumahnya di Jl. Yos Sudarso, Sukaraja Telukbetung Selatan. Namun, tanpa sepengetahuan keduanya, sebuah sepeda motor tanpa lampu datang mendekat. Sepeda motor tersebut ditumpangi dua pria yang tak dikenal.


Tiba-tiba, salah satu pelaku menarik tas Nila yang tengah dibonceng Della. Tak cukup hanya menarik tas, para pelaku dengan tega menendang sepeda motor yang dikemudikan Della.


Della mengungkapkan ini di ruang Bogenvil RSUDAM. Menurutnya, dia sulit mengenali wajah para pelaku lantaran gelap.


“Pelaku ada dua orang menggunakan satu sepeda motor datang dari arah belakang. Posisi lampu motornya dalam kondisi mati. Kemudian pelaku menarik tas sepupu saya. Terus motor saya langsung ditendang hingga jatuh,” katanya.


Setelah keduanya terjatuh, para pelaku langsung tancap gas membawa tas Nila. Dalam tas tersebut terdapat ponsel, dompet dan sejumlah kartu identitas.


Della sempat dibawa ke Puskesmas Sukaraja untuk mendapat perawatan pertama. Namun, lantaran luka-lukanya cukup serius Della dilarikan ke RSUDAM. “Saya kaget dan shock. Baru kali ini mengalami penjambretan. Semoga pelakunya cepat tertangkap,” katanya.


Sementara Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, telah menerima laporan adanya aksi penjambretan di wilayahnya. Polisi, lanjut Murbani akan memproses laporan tersebut.


“Kita sudah terima laporan. Sekarang akan dilakukan penyelidikan terhadap pelaku,” katanya seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (20/8).


Murbani menyatakan, polisi sebenarnya sudah menerapkan pola antisipatif menangkal aksi kejahatan jalanan. Salah satunya dengan menggelar patroli strong poin. Serta program hunting reskrim.


“Jadi misalnya kalau ada pengendara sepeda motor yang dianggap mencurigakan akan langsung diberhentikan dan diperiksa tim hunting reskrim. Kita juga meminta agar warga yang menjadi korban aksi kejahatan jalanan segera melapor,” katanya.


Dia juga menyatakan, polisi akanmenindak tegas para pelaku aksi kejahatan jalanan yang dinilai membahayakan korban. “Kita akan beri tindakan tegas. Apalagi kalau sampai membahayakan masyarakat,” katanya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore