Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Agustus 2017 | 01.30 WIB

Kegelisahan Perajin akibat Menjamurnya Tenun Cetakan Mesin

Koleksi Tas Tenun Maumere Warnatasku - Image

Koleksi Tas Tenun Maumere Warnatasku

JawaPos.com – Masyarakat sebaiknya jangan terlalu bangga ketika menggunakan kain tenun cetakan mesin atau tenun printing. Sebab hal itu sama saja kurang menghargai karya para perajin yang sudah susah payah menenun selama berbulan-bulan. Munculnya berbagai tenun printing disebabkan harga kain tenun yang mahal.


“Tentu perajin gelisah banget ya banyaknya tenun printing. Kami agak prihatin sebab tenun printing itu alat cetaknya dari Tiongkok,” kata desainer tas dan pemilik label Warnatasku, Ervina Ahmad, Minggu (20/8).


Memang harga tenun printing per meter sangat murah hanya belasan atau puluhan ribu, jauh jika dibandingkan dengan tenun buatan tangan para perajin yang bisa dibanderol ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Ervina memahami tenun printing menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin memakai kain tradisional dengan harga murah.


“Ya memang itu solusi pemerintah untuk produksi massal. Selama itu diperbolehkan pemerintah silahkan saja. Tetapi sebetulnya sebagai masyarakat Indonesia wajib pertahankan. Harus punya rasa peduli terhadap perajin,” katanya.


Hal itu terkait erat dengan rasa kepedulian dan idealisme masyarakat terhadap kain-kain tradisional. Sebab para perajin tenun membuat setiap kain tidak dengan mudah, akan tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan.


“Warna alam tentu akan lebih mahal karena sulit diperolehnya, beda dengan warna sintetis, apalagi tenun printing. Para perajin itu menenun enggak pakai pola lho, mereka langsung saja menenun tergantung mood mereka. Setiap hari mereka pasti menenun,” jelasnya.


Setiap tenun memiliki motif dan corak yang berbeda di setiap wilayah nusantara. Ervina menilai tenun akan selalu naik daun di pasar fesyen lokal maupun internasional karena warna, motif, dan coraknya yang indah.


“Banyak tips padu padan tenun misalnya dengan aksesori seperti tas, lebih baik pilih tas yang warnanya tak dominan dengan baju. Lalu hijabnya jika pakai hijab, sebaiknya pilih yang polos,” jelasnya. (ika)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore