
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebanyak 63 warga terdiri dari balita, anak-anak, remaja dan orang tua keracunan makanan. Itu terjadi saat mereka menghadiri perayaan HUT RI ke-72 sekaligus Hari Anak Nasional (HAN). Semua korban dibawa ke RSUD Bengkayang, Sabtu (19/8) malam.
Perayaan HUT RI dan HAN itu diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) di Desa Bhakti Mulya. Dihadiri pemerintahan desa, Camat Bengkayang, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Bengkayang, serta undangan lainnya yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh adat dengan peserta warga Desa Bhakti Mulya.
Waktu istirahat makan siang, warga yang hadir mendapatkan nasi kotak transparan yang distaples. “Sebelum menikmati makanan, saya sempat menanyakan kepada peserta yang membawa makanan. Nasi itu dari mana? Dimasak dimana?” kata Rena, 33, Ketua RT 02 Pakeng yang juga Kader Posyandu Desa Bhakti Mulya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (19/8) pukul 19.00 Wib.
Rena yang ditemui wartawan di IGD RSUD Bengkayang mengaku mendapatkan informasi, nasi tersebut disediakan oleh istri Alot (warga Belangko) Desa Bhakti Mulya. Menurut istri Alot (tidak diketahui namanya, red), dia memasak nasi pada pukul 02.00 dinihari. “Nasi yang tersedia yaitu, nasi kuning. Namun kuningnya agak pucat dengan menu sayuran, telur rebus, ikan teri, cabe, bihun dan kacang panjang,” jelasnya.
Kemudian nasi dibungkus dengan bungkusan kotak plastik transparan atau plastik wika. Semua peserta yang hadir sekitar 200 orang, terdiri dari balita, anak-anak, remaja dan orang tua mendapatkan makanan tersebut pada pukul 11.30 saat makan siang.
“Keanehan mulai terjadi, setelah ditemukan anak bernama Gio, 11, dan Riko, 11, muntah-muntah pada pukul 12.00 setelah makan nasi. Setelah kedua murid Kelas VI SD itu, menyusul warga lainnya yang keracunan,” jelas Rena.
Dia menduga, peserta perayaan HUT RI dan HAN itu keracunan nasi kuning. Karena tidak ada makanan dan minuman yang disediakan selain nasi kuning tersebut.
Awalnya beberapa anak yang keracunan itu dirawat di Polindes Bhakti Mulya dan diobati oleh Bidan Pio Flody. Namun anak-anak tersebut masih muntah-muntah setelah minum obat. Satu jam kemudian, puluhan warga ikut keracunan. Bidan Pio Flody pun kelabakan, akhirnya para korban dibawa ke RSUD Bengkayang.
“Nyaris satu desa keracunan. Kejadian yang terparah pada pukul 15.00, dimana balita, anak-anak, remaja dan orang tua pada keracunan,” jelas Rena.
Salah seorang korban keracunan, Maria Tata, 22, mengaku awalnya pusing, dada sesak dan muntah terus-menerus. “Pada pukul 18.00 saya merasa lemas. Kemudian mata seperti mau tidur, seterusnya muntah,” jelas ibu beranak satu ini.
Dia mengatakan, makanan yang disantapnya terasa ada santan dan tidak berbau. “Sebelum acara berakhir saya juga ada mengetahui warga lain mau berobat. Namun saya tidak menyadari kalau saya juga keracunan,” jelas Tata yang masih terbaring lemah di IGD RSUD Bengkayang.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Bengkayang, Drs. Antonius Toni mengatakan, warga Desa Bhakti Mulya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh WVI (Wahana Visi Indonesia). “Informasi yang kami peroleh, keracunan terjadi karena makan nasi kotak yang disediakan oleh seorang warga setempat dengan kemasan mika (terbuat dari plastik),” kata Toni.
Direktur RSUD Bengkayang, Yosep G, S.Kep, MM mengatakan, untuk sementara balita, anak-anak, remaja dan orang tua yang dirawat itu diduga keracunan makanan. Sebanyak 63 warga Desa Bhakti Mulya sudah ditangani petugas medis. “Untuk saat ini stok obat keracunan tersedia cukup,” katanya.
Petugas RSUD Bengkayang juga mengambil sampel muntahan makanan dan kotoran korban untuk dbawa ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak. “Dari hasil Balai POM akan diketahui penyebab keracunan itu. Hasilnya sekitar satu minggu kemudian,” ujar Yosep.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
