Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Agustus 2017 | 16.17 WIB

Diimingi Keuntungan Berlipat, Ratusan Investor UN Swissindo Kecele

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Sekira seratusan orang mendatangi Kantor Bank Mandiri Regional XII, Jayapura Jumat (18/8). Mereka adalah para korban investor bodong yang dilakukan oleh United Nations Swissindo World Trust Intematiorxal Orbit (UN Swissindo) dengan modus Voucher Human Obligation (Voucher M1).


Dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), kedatangan masyarakat tersebut terkait dengan janji dari UN Swissindo, di mana Voucher MI yang dijual dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu tersebut akan dicairkan pada (18/8), dengan iming-iming uang yang ditawarkan Rp 15 juta.


Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, masyarakat korban dari UN Swissindo tersebut duduk di luar pagar Bank Mandiri sembari meminta keterangan dari pihak Bank Mandiri. Terkait kebenaran ada dan tidaknya pencairan dari Bank Mandiri. Polisi juga terlihat berjaga-jaga di luar pagar.


Ina Wanggai, salah satu korban UN Swissindo mengaku selain dirinya, anak dan menantunya juga turut menjadi korban. “Saat mendaftar, hanya dimintai KTP dan pas foto. Lalu memberikan uang sesuai dengan Voucher yang saya inginkan dan saat itu saya beli 2 Voucher saja,” ucap ibu yang kesehariannya sebagai penjual pinang ini.


Voucher tersebut dibelinya Juli 2017 langsung kepada pelakunya yang merupakan seorang perempuan. Dirinya pun menyayangkan kejadian tersebut karena masih saja ada orang yang suka menipu orang lain.


Di tempat yang sama, Rosalina warga Sentani, juga menjadi korban dari UN Swissindo datang bersama orang tuanya. Ia datang dengan tujuan mengambil uang Rp 15 juta di Bank Mandiri sebagaimana yang telah dijanjikan.


“Kami dijanjikan tanggal 17 dan 18 untuk datang ke Bank Mandiri ambil uangnya, makanya datang ke sini,” ucap Rosalina yang mengaku membeli Voucher sebanyak 5 lembar dengan harga Rp 100 ribu.


Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya, Regional CEO PT. Bank Mandiri (Persero) Tito Irianto memastikan bahwa Bank Mandiri sama sekali tidak menjalin kerjasama dengan UN Swissindo sebagaimana yang diklaimnya.


“Di sini Bank Mandiri juga korban, di mana namanya dicatur UN Swissindo saat menjalankan misinya. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Papua, khususnya Kota Jayapura, melainkan juga di daerah lain seperti Makassar, Jawa, Sumatera dan Kudus,” tegasnya.


Dikatakannya, aksi UN Swissindo sendiri baru terjadi di Wilayah Jayapura belum merambat hingga ke daerah lain yang ada di Papua. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Bank Mandiri yang ada di seluruh Papua.


“Untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian terkait dengan keamanan. Sedang upaya yang akan kami ambil terkait UN Swissindo kami serahkan ke pusat, karena ini bukan hanya terjadi di Wilayah Papua melainkan juga di daerah lain, sehingga Mandiri pusatlah yang akan melakukan tindakan tegas terhadap UN Swissindo,” jelasnya.


Dirinya meminta masyarakat untuk melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian, sehingga tidak perlu lagi mendatangi Bank Mandiri.


Sementara itu, Paur Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra mengatakan sampai saat ini belum ada masyarakat yang datang melapor terkait dengan penipuan yang dilakukan oleh UN Swissindo. “Ya kami tunggu saja laporan, kalau mereka melapor maka kami akan tindak lanjuti,” ucapnya.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore