
Ilustrasi
JawaPos.com - Hari Raya Iduladha semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian menjamin ketersediaan hewan kurban dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Stok hewan kurban saat ini, sebanyak 400-an ekor. Tahun lalu, jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 679 ekor. Terdiri 549 sapi dan 130 kambing.
“Kami berharap, tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Kami juga belum mengawasi trennya seperti apa. Tren bisa naik atau turun, bergantung masyarakat,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU Arief Murdiyatno, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Menurut Arief, pihaknya telah membentuk Tim Pengawas Iduladha 2017 yang beranggotakan 30 orang. Mereka disebar ke seluruh wilayah PPU. Tim ini mulai bertugas sejak hari ini. Mereka akan melakukan registrasi tempat penjualan, tempat penampungan, dan tempat pemotongan hewan kurban.
Di antaranya, di masjid, sekolah, dan instansi pemerintahan. “Tim bertugas mulai hari ini hingga tiga hari setelah Iduladha. Iduladhanya kan Jumat, jadi tim ini akan bertugas sampai Senin (4/9). Setelah hari itu, pemotongan biasa,” ucapnya.
Tim tersebut akan melakukan pemeriksaan fisik dalam keadaan hidup serta kondisi kesehatan calon hewan kurban. Terutama hewan kurban yang dibawa pedagang musiman dari luar daerah.
Setelah itu, pemeriksaan postmortem, yakni pemeriksaan pada saat hewan kurban dipotong, sampai daging siap dipasarkan kepada calon penerima hewan kurban. Tahun lalu tidak ditemukan penyakit menular pada hewan kurban.
Sejauh ini, di PPU belum ada penyakit menular dari hewan yang dikhawatirkan. Seperti brucellosis (penyakit keluron), misalnya antraks, misalnya penyakit BSE (bovine spongiform encephalopathy) atau sapi gila. “Mungkin di luar negeri atau di luar daerah ada. Cuma itu akan kami lakukan pencegahan dan penangkalan supaya tidak masuk ke wilayah kita,” terang Arief.
Untuk itu, melalui Tim Pengawas Iduladha tersebut, pihaknya akan melakukan pengetatan terhadap ternak hidup yang diperdagangkan di wilayah PPU. Seperti pengawasan pada pedagang musiman yang masuk ke PPU. Jadi, ketika ada kecurigaan penyakit yang dikhawatirkan masuk ke kabupaten ini, bisa segera dilakukan penolakan.
“Karena setelah masuk karantina, merupakan jaminan. Makanya, salah satu tugas kami adalah mengecek dokumen kesehatan hewan yang sudah dikeluarkan karantina, bahwa hewan itu setelah masuk ke Kaltim, dan kabupaten/kota sudah dinyatakan sehat,” jelasnya.
Kini ada sebanyak 20 pedagang hewan kurban lokal yang tersebar di empat kecamatan di PPU. Sementara itu, untuk pedagang hewan kurban musiman, dia memperkirakan bisa lebih dari jumlah pedagang hewan lokal di PPU. Jika dilihat dari tahun lalu, jumlahnya bisa mencapai 40 orang.
“Kebanyakan, sapi di PPU berasal dari Sulawesi Selatan, NTT, NTB, dan sebagian dari Pulau Jawa. Kambing pun demikian,” tandas pria murah senyum itu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
