
Presiden Jokowi.
JawaPos.com - Meski tahun ajaran baru sudah berlangsung hingga sebulan, namun beberapa pihak sekolah masih dihadapi dengan kebingungan dalam penerapan full day school.
Kebingungan itu mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sang Presiden menegaskan, program full day school itu bersifat fleksibel. Mantan Gubernuru DKI Jakarta lebih memandang pentingnya kualitas pendidikan untuk anak didik.
"Intinya program pendidikan karakter Full Day School, fleksibel. Yang terpenting pendidikan anak didik tetap berkualitas," tulis Jokowi.
Sementara bagi sekolah yang sudah terlanjur menerapkan full day school, presiden pun tidak mempersoalkan. Sebab hal itu telah berjalan. Dia hanya menggarisbawahi, bahwa penerapan itu jangan sampai sampai mendapat penolakan dari masyarakat atau tokoh agama di sekitar sekolah.
"Sekolah2 yg sudah atau mau menerapkan program Full Day School tetap dibolehkan, asalkan diterima masyarakat & tokoh agama setempat," sambungnya.
Dengan demikian Jokowi mempersilakan pihak sekolah menerapkan jam belajar lima atau enam hari. Dua sistem itu dianggap sama baiknya.
"Saya tegaskan lagi: tidak ada keharusan untuk 5 hari sekolah. Yang selama ini 6 hari silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah," tandas mantan Wali Kota Solo itu.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
