Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2017 | 16.02 WIB

Miris! Warga Kalau Sakit Lebih Memilih Dirujuk ke Malaysia

Pelayanan kesehatan - Image

Pelayanan kesehatan

JawaPos.com - Tinggal di perbatasan negara, warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) sangat sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Akses mereka sangat jauh ke pusat kabupaten yang notabene di sana pelayanannya lumayan lebih baik.


Sehingga ketika ada yang sakit, warga lebih memilih berobat ke negara tetangga, yakni Tawau, Malaysia. Tidak hanya untuk pelayanan tingkat pertama, ketika dirujuk mereka lebih memilih ke Tawau.


Kondisi ini terjadi, karena pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersedia di seluruh kecamatan dan dibangunnya Rumah Sakit (RS) Pratama belum mampu mengakomodasi persoalan kesehatan di perbatasan.


Salah seorang warga Sebatik yang prihatin dengan kondisi di perbatasan, khususnya di bidang kesehatan, Aulia Rahman SKM MKes mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan hanya fokus melengkapi alkes di RSUD Nunukan.


"Agar masyarakat tidak dirujuk ke Nunukan, seharusnya alkes di puskesmas dilengkapi," kata Aulia kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group) Senin (14/8).


Menurut dia, khusus untuk masyarakat Sebatik, saat ini masih ada yang memilih berobat ke negara tetangga dibanding ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Warga pun tidak memper­timbangkan persoalan biaya, tetapi lebih melihat jarak tempuh yang dilalui.


Untuk tiba di Rumah Sakit Tawau, Malaysia, warga Sebatik hanya membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit menggunakan speedboat atau perahu. Sementara itu, jika dirujuk ke RSUD Nunukan, warga harus menggu­nakan mobil atau perahu.


"Jika dibandingkan jarak antara Rumah Sakit Tawau dan RSUD Nunukan, lebih dekat jika warga ke Tawau, Malaysia," ujarnya.


Untuk itu, Aulia memberikan solusi agar masyarakat lebih memilih dirawat di dalam negeri. Maka, yang harus diperhatikan adalah alkes harus lengkap, khususnya di puskesmas. Apalagi, di Sebatik tidak lama lagi didirikan Rumah Sakit Pratama. Alkesnya harus lengkap agar pasien tidak lagi pergi ke Tawau, Malaysia.


Aulia menambahkan, tak hanya di Sebatik, Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Krayan dan Sebuku hingga saat ini belum difungsikan. Harus menjadi perhatian serius Pemkab Nunukan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.


"Yang bisa menikmati layanan RSUD Nunukan dengan cepat hanya warga yang tinggal di Pulau Nunukan. Untuk masyarakat di wilayah lain, tentu sangat sulit menikmati layanan itu. Terutama di Kecamatan Krayan," tuturnya.


Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dr Meinstar Tololiu mengakui, selama ini warga di perbatasan masih sering dirujuk ke negara tetangga untuk mendapatkan layanan kesehatan. "Persoalan tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi Pemkab Nunukan, khususnya Dinkes Nunukan," kata Meinstar.


Jika masyarakat ingin dirawat di negara tetangga, pihak puskesmas atau RSUD Nunukan tidak akan menghalangi. Sebab, itu menyangkut keinginan pasien atau keluarga pasien. Jika memilih dirawat ke Malaysia, tentu keputusan berada di tangan keluarga pasien.


"Terkadang ada masyarakat yang meminta dirawat ke negara tetangga seperti Tawau, Malaysia. Mungkin aman dan lebih mudah dijangkau," ujarnya.


Meinstar menambahkan, sebagai bentuk perhatian Pemkab Nunukan, saat ini ada delapan puskesmas di perbatasan yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore