Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2017 | 03.56 WIB

Para Pendukung Nasionalis Kulit Putih Dihukum Warganet

PEMBAWA OBOR: Peter Cvjetanovic. - Image

PEMBAWA OBOR: Peter Cvjetanovic.

JawaPos.com – Para aktivis nasionalis kulit putih yang ikut aksi demonstrasi pada Sabtu (12/8) mendapat “hukuman” dari warganet. Via Twitter dan beberapa media sosial lain, para wargenet memposting foto-foto pendukung nasionalis kulit putih sayap kanan tersebut dan melabeli mereka orang rasis.


Hasilnya, beberapa dari mereka yang mengikuti aksi yang berujung tragedi di Charlottesville, AS itu, dipecat dari pekerjaannya.


Aksi yang disebutkan sebagai “aksi perkumpulan kebencian paling besar di AS” itu menarik ribuan orang dari kalangan kelompok neo-Nazi, Ku Klux Klan, organisasi sayap kanan lain. Dalam aksi itu seorang perempuan tewas dan puluhan lain terluka.


Dalam postingannya, pengguna Twitter menggunakan kalimat, Yes, You're Racist (Ya, Kamu Rasis, Red). Setelah itu mereka menampilkan foto-foto para peserta aksi tersebut. Foto pertama yang muncul adalah Cole White.


Cole adalah pegawai di restoran Top Dog, di Berkeley. Tak lama setelah fotonya menjadi viral, perusahaan itu memecat Cole. ”Kami akan merilis pernyataan mengenai hal ini. Namun, untuk sementara ini kami menginformasikan kalau Cole White tidak lagi menjadi karyawan Top Dog,” ujar juru bicara Top Dog.


Cole hanya satu dari ribuan orang yang berkumpul untuk demo dengan label Unite the Right di Charlottesville, Sabtu (12/8). Selain Cole, yang terpasang fotonya adalah Peter Cvjetanovic, pemuda 20 tahun dari Reno.


Dia digambarkan sebagai pembawa obor dengan tampang penuh amarah yang berkumpul di University of Virginia sebelum demo dimulai. Mahasiswa S2 yang belajar sejaran dan ilmu politik itu mengatakan kepada stasiun TV KTVB kalau dia mengikuti demo itu untuk mengirimkan pesan bahwa budaya Eropa punya hak sama seperti budaya lain.


Peter saat di wawancarai mengaku oleh salah satu stasiun TV mengaku bukan orang yang pemarah seperti di foto. Tetapi dia membela keyakinannya mengenai nasionalis kulit putih. ”Saya peduli dengan semua orang. Kita semua berhak punya masa depan untuk anak-anak dan budaya. Tidak semua nasionalis kulit putih pembenci. Kami hanya ingin mempertahankan apa yang kami miliki,” katanya. (*)

Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore