
Ilustrasi
JawaPos.com - Fenomena generasi milenial, yang enggan memiliki rumah tinggal dan lebih memilih apartemen serta hidup berpindah-pindah
di tengah kota, memantik perhatian DPR. Pasalnya, situasi itu akan berdampak bagi generasi penerus ke depannya.
Anggota Komisi V DPR, Moh Nizar Zahro mengatakan, selama ini pemerintah kurang berpihak kepada perumahan rakyat. Sementara perizinan
terhadap perumahan mewah, apartemen dan pusat-pusat perbelanjaan begitu mudah dikeluarkan.
"Sehingga inilah yang mengerek harga tanah di kota-kota besar cepat merambat naik," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (14/8).
Dia menjelaskan, konsekuensi dari kebijakan itu tentu rakyat yang tidak memiliki daya beli akan tersingkir, dan harus pindah ke
daerah-daerah penyangga DKI Jakarta.
Di sisi lain, generasi milenial menyikapinya dengan melakukan adaptasi terhadap keadaan yang ada. Yaitu tetap tinggal di perkotaan meskipun harus nomaden sebagai penyewa apartemen atau kontrakan.
Pertimbangannya, lanjut Nizar, jika tinggal di pinggir-pinggir perkotaan maka akan membutuhkan waktu yang banyak untuk menempuh ke pusat kota.
"Tentu kondisi itu tidak efektif dan buang-buang waktu secara percuma. Sehingga tinggal di apartemen dipandang lebih efisien," tambah dia.
Nizar berpendapat, kondisi perkotaan sudah semakin padat dengan gedung-gedung bertingkat, baik berupa perkantoran, apartemen, dan
pusat perbelanjaan.
Imbasnya, selain menyebabkan harga tanah yang semakin mahal juga menyebabkan kondisi perkotaan makin semrawut dan kemacetan yang parah.
"Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, harus ada solusi untuk mengeremnya," tegas politikus Partai Gerindra itu.
Solusi yang bisa dilakukan menurutnya, dengan memberlakukan moratorium terhadap pemberian izin baru pembangunan gedung bertingkat.
Pemerintah bisa memanfaatkan waktu moratorium untuk menyusun rencana tata kota dan tata ruang yg layak huni dan pro terhadap rakyat
kecil.
"Termasuk pemerintah juga harus menyiapkan skema bantuan kredit terhadap rakyat kecil dan generasi milenial agar mampu memiliki rumah
di pusat perkotaan," pungkas Nizar.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
