Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Agustus 2017 | 08.30 WIB

Harga Makin Tinggi, Garam Mengandung Kaca, Warga Makin Takut

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Persoalan kelangkaan garam semakin mengkhawatirkan. Setelah sulit didapatkan, harganya makin melambung tinggi, kini ditemukan pula garam bercampur garam.


Hal ini sangat dikhawatirkan warga Kota Padang. Meskipun belum ada temuan serupa seperti di Mojokerto, Jawa Timur, namun warga tetap saja khawatir. ”Benar, harga garam masih mahal. Biasanya yang kecil dijual 2 ribu sekarang Rp 3.500,” ucap Peni, 45 salah seorang pedagang seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group).


Diakui pedagang di Pasar Raya Padang itu, semenjak harga garam naik beberapa bulan terakhir, tingkat konsumsi garam masyarakat masih stabil.


”Garam itu kebutuhan. Mau tidak mau harus dibeli walau harganya tinggi. Kalau kami sebagai pedagang tentu sesuai harga pasaran. Kalau belinya mahal tentu dijual dengan harga mahal pula,” ucapnya.


Meskipun demikian, sebagai pedagang sembako, Peni belum mendapatkan kabar adanya garam yang dioplos dengan serpihan kaca. Namun, sebagai pedagang, dia mengaku cemas.


”Belum dapat kabar, kalau ada garam dicampur kaca. Kalau benar tentu berbahaya. Efeknya bukan kami saja sebagai pedagang, tapi juga masyarakat yang menggunakannya,” ucapnya.


Peni mengklaim mengambil garam dari agen yang datang langsung mengantarkan garam ke kedainya. Sebagai pedagang dan masyarakat secara umumnya, Peni berharap kepada pemerintah terus melakukan pengawasan dan pemantauan terkait garam yang beredar.


”Kami sebagai pedagang tidak selalu tahu garam yang beredar, tentu pemerintah yang mengawasinya. Semoga saja di Padang tidak ada beredar garam seperti itu,” harap Peni.


Rahman, 42, pedagang lainnya di Pasar Raya Padang, juga mengaku hingga saat ini dia tidak tahu mana garam yang bercampur atau tidak. ”Tentu garam bercampur itu tahunya ketika dilarutkan, kami pedagang tidak tahu persis,” cetusnya.


Dia berharap semoga saja tidak ada garam yang bercampur itu beredar dan harga garam kembali normal. ”Jangan sampai beredar karena ini sangat membahayakan,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore