Minggu, 20 Aug 2017
Pendidikan

Sambangi Kantong Massa NU, Presiden Jokowi Tegaskan Posisi FDS

Minggu, 13 Aug 2017 23:25 | editor : Dimas Ryandi

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Seperti tidak pernah bosan. Untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah di seluruh Tanah Air untuk menerapkan program pendidikan karakter lima hari sekolah atau full day school (FDS).

Penegasan tersebut disampaikan Jokowi-sapaan presiden seusai membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 7 Jember, Minggu (12/8). Sebagaimana diketahui, Jember merupakan salah satu kantong suara Nahdlathul Ulama (NU) yang cukup signifikasn.

"Mengenai lima hari sekolah. Perlu saya sampaikan, perlu saya tegaskan lagi bahwa tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Jadi tidak ada keharusan. Ini supaya diketahui," tegasnya.

Meski demikian, mantan gubernur DKI Jakarta itu tetap memberikan izin kepada sekolah-sekolah yang telah menerapkan kebijakan full day school. Syaratnya, kebijakan tersebut harus diterima oleh masyarakat dan para tokoh agama setempat.

"Yang selama ini enam hari silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah sampai lima hari. Yang sudah lima hari dan itu kalau memang diinginkan oleh semua pihak ya silakan diteruskan. Kalau diinginkan oleh masyarakat dan ulama silakan," tambahnya.

Diketahui dalam dua pekan terakhir penolakan terhadap FDS semakin masif. Menariknya, hal itu dilakukan oleh pengurus Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia