Minggu, 20 Aug 2017
JPG Today

Polisi Ringkus Penadah "Kakap" Motor Curian di Lombok

Minggu, 13 Aug 2017 23:14 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com -Terduga penadah motor curian, Hadil (38), ditangkap tim gabungan Polres Mataram dan Lombok Barat (Lobar), Jumat (11/8). Pria asal Sekotong Lombok Barat (Lobar) ini terindikasi menerima sedikitnya 40 motor dari sejumlah pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Bukan saja menjadi penadah motor curian, polisi menduga Hadil kerap memesan kepada pelaku curanmor jenis motor yang ia inginkan. Modusnya, dia memberikan sejumlah uang kepada pencuri motor. Tak lama, mereka akan membawa motor yang diinginkan Hadil.

Saat ditangkap tim gabungan, Hadil mengaku sering menerima motor curian dari pelaku yang telah dikenalnya. Untuk satu motor jenis matic, ia beli dengan kisaran harga Rp 1,5 juta. Selanjutnya, Hadil akan menjualnya seharga Rp 2 juta.

Menurut keterangan polisi, Hadil diduga kuat menjadi tujuan pelaku curanmor. Sebab, selama satu minggu terakhir, dia sedikitnya telah menerima 9 motor diduga hasil curian.

Terkait itu, Hadil tak membantahnya. Kata dia, dirinya sudah lama menjalani bisnis jual beli motor diduga curian. ”Dulu pernah, tapi sempat berhenti,” kata Hadil tanpa menjelaskan alasan berhentinya ia sebagai penadah.

Terbongkarnya aktivitas ilegal Hadil, berkat penangkapan dua pelaku curanmor, berinisial Rh 22 tahun dan DS 17 tahun. Kedua warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat ini ditangkap saat melakukan transaksi dengan Hadil.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, pelaku curanmor yang ditangkap, sebelumnya beraksi di Masjid Perumahan Bulog, Kelurahan Kekalik, Kota Mataram. Mereka mencuri motor Honda Beat sekitar pukul 21.00 Wita, Kamis (10/8).

Tak lama usai pencurian tersebut, polisi mendapat informasi adanya transaksi jual beli motor curian di wilayah Sekotong. Motor yang akan dijual sesuai dengan ciri-ciri kendaraan yang hilang di Perumahan Bulog.

Karena itu, tim gabungan bergegas menuju Sekotong. Namun belum tiba di tujuan, petugas melihat kedua pelaku tengah mengisi bensin di depan SPBU Gerung.

”Mereka baru saja pulang dari Sekotong, motornya sudah dijual," kata Kapolres seperti dikutip Lombok Post (Jawa Pos Group), Minggu (13/8).

Selanjutnya, ketika diinterogasi petugas, kedua pelaku rupanya menjual motor kepada Hadil. Bukan saja motor Honda Beat di pencurian mereka terakhir, tetapi ada tiga motor lainnya yang juga dijual kepada Hadil.

Dalam pengembangan kasus itulah polisi menghadiahi pelaku dengan tembakan di kaki. Nasib serupa dialami Hadil. Ketika ia digerebek di rumahnya, Hadil juga berusaha berusaha kabur. ”Kita terpaksa melumpuhkan pelaku karena mencoba melawan petugas,” kata Muhammad.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, empat unit sepeda motor, uang tunai Rp 700 ribu hasil penjualan motor Honda Beat, dan satu senjata tajam jenis golok.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia