Kamis, 17 Aug 2017
Wow

Alami, Kilatan Tubuh Kekar Para Kuli Jebor di Kontes Binaraga

Minggu, 13 Aug 2017 21:57 | editor : Yusuf Asyari

Buruh pabrik pembuatan genteng jebor mengikuti kompetisi Binaraga antar jebor "Jatiwangi Cup 2017" di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jumat (11/8).

Buruh pabrik pembuatan genteng jebor mengikuti kompetisi Binaraga antar jebor "Jatiwangi Cup 2017" di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jumat (11/8). (Riana Setiawan/Radar Bandung/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suasana pabrik Genteng Tenang Jaya, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, berbeda. Puluhan kuli berbadan kekar berkumpul di sana. Bukan untuk bekerja mengangkut genteng seperti biasanya, mereka justru mengikuti kontas binaraga.

Mereka adalah kuli jebor (pabrik genteng). Setiap peserta menunjukan otot dihadapan para juri dan ditonton ribuan warga tanpa rasa malu ataupun gengsi, Jumat (11/8). Buruh pabrik pembuatan genteng jebor itu mengikuti kompetisi Binaraga antar jebor "Jatiwangi Cup 2017."

Satu persatu kuli dari 29 jebor berdatangan bersama kuli lainnya. Bahkan, ada juga pesrta yang datang ditemani anak dan istri. Kuli itu merupakan perwakilan setiap pabrik genteng di Jatiwangi. Tak sembarang kuli bisa mengikuti agenda tahunan tersebut.

Buruh pabrik pembuatan genteng jebor mengikuti kompetisi Binaraga antar jebor "Jatiwangi Cup 2017" di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jumat (11/8).

Buruh pabrik pembuatan genteng jebor mengikuti kompetisi Binaraga antar jebor "Jatiwangi Cup 2017" di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jumat (11/8). (Riana Setiawan/Radar Bandung/JawaPos.com)

Hanya kuli jebor yang mendapat rekomendasi dari pimpinan pabrik yang bisa berkontribusi menyemarakan pesta rakyat menjelang HUT RI itu.

Kehadiran mereka sudah ditunggu ribuan warga yang berkerumun di lapangan tempat penjemuran genteng pabrik Tenang Jaya. Kedatangan mereka diiringi teriakan gembira dan tepuk tangan, terlebih saat kuli jebor naik ke atas gundukan tanah liat menyerupai podium.

Bak seorang model catwalk, mereka memamerkan otot. Meski bukan kontes binaraga atlet profesional dimana tubuh atletis dibentuk dengan latihan fitnes. Tapi, tubuh kuli jebor itu terbentuk secara alamiah dengan kegiatan sehari-hari sebagai pekerja kasar angkut genteng.

Memang tidak semua kuli berbadan kekar. Ada juga kuli yang badannya kurus. Bahkan ada pula kuli yang postur badannya tambun. Namun, pemandangan itu menjadi hiburan tersendiri yang ditunggu warga.

Satu persatu peserta menunjukan beberapa pose di atas podium gundukan tanah liat. Setiap peserta rata-rata berkulit hitam. Tubuhnya mengkilat setelah diolesi minyak.

Riuh tepuk tangan dan tawa terus terdengar, apalagi saat peserta mengangkat genteng dengan berat kurang lebih 30 sampai 50 kilogram. Otot-ototnya nampak mengeras bagaikan batu. Ada juga peserta yang berpostur badan kecil dan kurus.

Tapi peserta itu hanya mampu mengangkat genteng lima sampai 10 buah. “Ya, ini mah sekedar hiburan tahunan saja,” ucap Oman (44), salah seorang peserta dari Pabrik Genteng Pasaka.

Oman mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti lomba binaraga antar jebor se-Jatiwangi. Bermodalkan alakadarnya, Oman dengan pede naik ke podium walaupun harus disoraki ribuan warga. “Awalnya malu, tapi pede aja,” ujar dia.

Lomba ini merupakan ketiga kalinya Oman ikut dalam pesta rakyat Jatiwangi. Saat kontes pertama pada 2015 silam, Oman berhasil meraih juara kedua dan mendapat hadiah sebesar Rp 1,5 juta. Tahun berikutnya Oman menyabet juara ketiga dengan hadiah Rp 1 juta.

“Mudah-mudahan sekarang jadi juara pertama. Yang penting bukan hadiahnya, tapi kumpul bareng sesama jebor,” jelas ayah dua anak itu.

Selama 35 tahun Oman berkecimpung sebagai kuli jebor membuat postur badannya kekar. Tanpa obat-obatan, tubuh kakek satu cucu itu terbentuk layaknya atlet yang setiap hari fitnes. “Belum pernah saya fitnes. Setiap hari saya angkut tanah liat ribuan kilogram ke mesin penggilingan, itu saja,” tuturnya.

Oman mengaku senang bisa ikut dalam pesta rakyat itu. Sebab, di pabrik genteng pasaka hanya dia satu-satunya yang ditunjuk perusaahan sebagai perwakilan. Apalagi, semua biaya pendaftaran dan konsumsi ditanggung juga oleh perusahan. “Hanya saya, yang lainnya tidak mau ikutan,” ungkap dia.

Pesta rakyat itu memang ditunggu warga Majalengka, terutama Jatiwangi. Pasalnya, setiap tahun satu persatu pabrik genteng gulung tikar seiring bermunculannya pabrik modern yang bisa mempruduksi genteng dalam skala besar. Melalui acara tersebut, diharapkan produk dan pasar genteng Jatiwangi dari pengusaha kecil bisa kembali terangkat.

“Bagi kami ini iklan untuk mengangkat kembali kejayaan Jatiwangi sebagai daerah penghasil genteng,” tegas Direktur Musium Genteng Jatiwangi, sekaligus Ketua Panitia acara, Illa Syukrillah Syarif dilansir dari Radar Bandung (Jawa Pos Group).

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia