Minggu, 20 Aug 2017
Metropolitan

Pemerintah Segera Berlakukan Jalur Cepat-Lambat di Kawasan Margonda

Minggu, 13 Aug 2017 23:05 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos)

JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok terus membenahi pengaturan lalu lintas di Kota Depok. Rencananya, Dishub bakal menerapkan jalur cepat dan jalur lambat, guna mengatur pergerakan kendaraan yang melintas di Jalan Raya Margonda.

Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Eddy Suparman mengatakan, pengaturan lalu lintas terutama ruang gerak di Jalan Raya Margonda, akan diterapkan jalur cepat dan jalur lambat.

"Nantinya, Angkutan Kota (Angkot) dan sepeda motor akan diarahkan menggunakan jalur lambat.“Untuk jalur cepat akan digunakan kendaraan non sepeda motor maupun angkot,” ujar Eddy kepada Radar Depok (Jawa Pos Grup), Minggu (13/8).

Eddy menjelaskan, pemberlakukan tersebut akan menunggu kesiapan infrastuktur di Jalan Raya Margonda. Nantinya, Pemkot Depok akan melengkapi dengan memasang sejumlah rambu lalu lintas dan sparator jalan, guna mendukung jalur cepat dan lambat.

Eddy mengungkapkan, pemberlakukan jalur cepat dan lambat akan dilakukan secara bertahap. Rencananya tahun ini pihaknya akan menerapkan jalur lambat di segmen dua dan segmen tiga di sebelah timur.

Dia membeberkan segmen dua meliputi Jalan Margonda dri simpang Ramanda menuju Juanda. Sedangkan segmen tiga dimulai dari Jalan Margonda simpang Juanda menuju Kawasan Universitas Indonesia.

“Rencananya jalur cepat dan lambat paling lambat dilaksanakan akhir tahun ini,” terang Eddy.

Salah seorang supir angkot D112 jurusan Depok-Kp Rambutan, Susanto menuturkan, wacana pemberlakuan jalur cepat dan lambat harus dilakukan peninjauan terlebih dahulu. Dia mengkhawatirkan pemberlakuan jalur cepat dan lambat akan terjadi kemacetan.

Susanto mengatakan, dengan melakukan pengkajian terlebih dahulu, Dishub akan menghitung jumlah sepeda motor dan jumlah angkot sehingga ruas jalan jalur lambat akan ideal dan tidak menimbulkan kepadatan di jalur lambat.

Kalau tujuannya baik kami akan mendukung wacana jalur cepat dan lambat," tutup Susanto.

(mam/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia