Kamis, 17 Aug 2017
JPG Today

Dia Minta Ini Sebelum Diajak Olah Raga di Atas Ranjang

Minggu, 13 Aug 2017 20:58 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Kota Purwakarta seperti tidak ada geliat berarti soal dunia esek-esek. Tapi bila dcermati lebih jauh, ternyata banyak kupu-kupu malam juga yang bisa diajak kencan.

Kelasnya pun berbeda-beda dari mulai kelas ratusan ribu hingga jutaan rupiah sekali kencan. Untuk tarif ratusan ribu mungkin akan lebih mudah untuk mencarinya. Sedangkan yang bertarif hingga jutaan rupiah kita harus ekstra keras mencarinya. Sebab, pada umumnya mereka agak tertutup.

Para hidung belang pada umumnya sudah mengetahui tempat-tempat untuk negosiasi masalah harga, bukan rahasia umum tempat yang paling mudah untuk bernegosiasi biasanya di tempat-tempat hiburan malam.

Walupun tidak semua tempat hiburan malam disinggahi oleh para kupu-kupu malam, tapi setidaknya ditempat itulah meraka mencari mangsa si hidung belang.

Berikut hasil penelusuran beberapa malam di Kota Purwakarta, untuk mengetahui masalah gemerlapnya dunia malam yang berhasil team rangkum.

Sebut saja Mawar, warga asal kota sebelah ini mengatakan untuk sekali kencan di hotel dirinya memasang tarif Rp 500 ribu. Namun bila sudah tetdesak oleh kebutuhan harga bisa kurang dari segitu.

“Biasanya kalau lagi ga ada tamu yang booking ngajakin ke tempat hiburan, ya terpaksa jual diri itupun tidak tiap hari. Tapi bila ada keadaaan yang sangat mendesak atau saat perlu uang,” ujar Mawar saat beebincang santai di salah satu tempat hiburan malam.

"Masalahnya saya kan tidak kerja, kemudian punya anak terus tidak punya suami jadi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari terpaksa saya melakukan hal itu," katanya.

“Bahkan kalau sudah kepepet ga punya uang, 300 ribupun saya layanin. Yang penting tempat untuk bergelutnya di hotel, sekali main,” tambah Mawar.

Bukan tanpa resiko melakukan hal itu. Saat akan berolah raga diatas ranjang biasanya dia minta kepada yang akan memakai untuk menggunakan pelindung.

“Biasanya saat sudah janjian saya minta agar menyiapkan pelindung, saya juga takut terkena penyakit lah jadi ga sembarangan,” terang Mawar.

Seperti dikutip Pojokjabar (Jawa Pos Group) hal senada juga disampaikan Melati, wanita asal Pantura ini menceritakan lika liku kehidupan gemerlap dunia malam lebih rinci lagi.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia