Minggu, 20 Aug 2017
Ekonomi

Topang Ekonomi 2017, Pemerintah Berharap Banyak Dari Sektor Ini

Minggu, 13 Aug 2017 22:21 | editor : Mochamad Nur

Menperind Airlangga Hartarto

Menperind Airlangga Hartarto (Istimewa for JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah memasang target ambisius dalam menggaet investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kontribusi investasi diharapkan memberikan sumbangan besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2017. Diharapkan, separuh investasi tersebut berasal dari kontribusi sektor industri.

“Guna menarik investasi sektor industri di Indonesia, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, melakukan deregulasi, menerbitkan paket kebijakan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri serta pemberian insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday,” ujar Menperind Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (13/8).

Kemenperin mencatat, nilai investasi PMDN sektor industri pada semester I/2017sebesar Rp52,11 triliun atau naik sebesar 2,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp50,70 triliun.

Investasi PMDN sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 40,15 persen dari total investasi PMDN pada semester I/2017 sebesar Rp129,80 triliun.

Sedangkan, nilai investasi PMA sektor industri sampai dengan pada semester I/2017 mencapai USD7,06 miliar. Investasi PMA sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 45,43 persen dari total investasi PMA pada semester I/2017 sebesar USD15,53 miliar.

Mengenai pembangunan kawasan industri, Menperin menjelaskan, itu merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia Centris. “Pemerintah telah menetapkan sebanyak 23 kawasan industri masuk daftar proyek strategis nasional sehingga pengembangannya diprioritaskan,” ujarnya.

Hingga saat ini, total kawasan industri yang terus didorong pembangunannya sebanyak 27 kawasan industri, di mana delapan kawasan industri sudah mulai beroperasi, sembilan kawasan industri masih tahap konstruksi, dan sisanya 10 kawasan industri sedang dalam penyelesaian perencanaan.

“Kawasan industri yang sedang tahap konstruksi diperkirakan dalam kurun waktu 2-3 tahun akan beroperasi,” sebut Airlangga. Sementara itu, kawasan industri yang dalam tahap perencanaan, diperkirakan 1-2 tahun ke depan sudah memasuki tahap konstruksi.

Kawasan industri di luar Jawa yang sudah beroperasi, meliputi Kawasan Industri Palu, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, dan Kawasan Industri Dumai, Riau.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia