Kamis, 17 Aug 2017
Humaniora

Jaringan Gas Kota Lebih Efisien dan Aman

Minggu, 13 Aug 2017 17:44 | editor : Imam Solehudin

Menteri ESDM, Ignasius Jonan

Menteri ESDM, Ignasius Jonan (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan kehadiran jaringan gas kota memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Jaringan gas lebih efisien dan aman penggunaannya.

Hal itu diungkapkannya saat meninjau jaringan gas kota (jargas) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (11/08).

Kunjungan ini sekaligus guna melihat secara langsung progres pembangunan proyek yang dibiayai dengan APBN 2017 sebesar Rp 37,8 miliar.

Didampingi oleh Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan President Director PT Pertamina Gas, Suko Hartono, Jonan meyaksikan
penyambungan pipa PE (Poly Ethylene) Sambungan Rumah berdiameter 125 mm.

Menurut Jonan, kehadiran jaringan gas kota ini memudahkan masyarakat dalam beraktivitas khususnya untuk urusan dapur. "Karena hemat,
praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam," ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Minggu (13/8).

Proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil
bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi.

Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kota. Pada tahun 2019, sesuai Renstra Kementerian ESDM program jaringan gas kota ini diharapkan akan menjangkau 1,2 juta SR (kumulatif) di berbagai wilayah kabupaten kota di Indonesia.

President Director PT Pertamina Gas, Suko Hartono menjelaskan jika tidak ada kendala, Pertamina menargetkan proyek jargas Kabupaten
Mojokerto ini akan selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2017.

Menurutnya, Kabupaten Mojokerto nantinya bakal menyusul Surabaya, dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

Dalam kunjungan juga dilakukan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Sidoarjo untuk melihat proyek jargas Kementerian ESDM
yang telah dimanfaatkan.

"Di Sidoarjo ini menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren," lanjut Suko.

Saat ini terdapat 10.350 Sambungan Rumah Tangga (SR) di Sidoarjo yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran (TA) 2010, 2011, 2012 dan 2014 yang dikelola Pertamina. Adapun suplai gas diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc, dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia