Kamis, 17 Aug 2017
Metropolitan

“Bukannya Perhatian ke Rakyat Malah Belain Transmart”

Minggu, 13 Aug 2017 14:12 | editor : Dimas Ryandi

Transmart Depok, Jawa Barat.

Transmart Depok, Jawa Barat. (Marieska/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Kota Depok dan Polresta bekerja sama untuk memberlakukan jalur satu arah di Jalan Dewi Sartika, Depok, Jawa Barat. Pemberlakuan kebijakan itu menyusul adanya pusat perbelanjaan Transmart di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas, Depok. 

Pemkot dan polres beralasan diberlakukan kebijakan itu tentu agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di kedua arah baik ke arah Sawangan, maupun ke arah Depok. Alhasil, jalan lalu lintas di Dewi Sartika yang selama ini dilakukan dua arah, dibuat menjadi satu arah seluruhnya ke arah Terminal Depok. 

Hal itu tentu saja membuat warga khususnya pengendara sepeda motor dan pejalan kaki menjadi kerepotan. Belum lagi sopir angkot yang mengeluhkan pendapatan mereka menurun karena harus memutar arah. 

"Saya jadi repot satu arah begini. Dari Pitara mau ke Pasar Depok Jaya jadi harus memutar ke Terminal dulu, jadi jauh. Karena enggak ada angkot yang langsung ke pasar,” ujar ibu rumah tangga asal Cipayung Depok, Rahayu kepada JawaPos.com, Minggu (13/8).

“Gimana sih nih kebijakan Wali Kotanya, harusnya pro rakyat, bukan belain Transmart," tukasnya.

Begitu pula dengan keluhan yang disampaikan para sopir taksi online. Adi Nugraga mengungkapkan kekesalannya karena harus memutar jalan saat melintasi jalan Dewi Sartika. 

"Itu sih bukan solusi, hanya memindahkan kemacetan saja. Parahnya itu imbasnya di depan Terminal Depok dan ke arah Arif Rahman Hakim jadi macet banget. Apalagi Sabtu-Minggu," tukasnya. 

Pengendara angkot 07 jurusan Cipayung-Citayam-Terminal Depok juga mengeluhkan turunnya pendapatan karena pemberlakuan jalur satu arah. Mereka biasanya mendapatkan penumpang di daerah Apotek Siliwangi dan sebelum rel kereta Jalan Dewi Sartika, kini tak lagi. 

Karena jalan tersebut sudah tak boleh dilalui, dan hanya satu arah pasca pembangunan pusat perbelanjaan Transmart.

Pantauan JawaPos.com di lapangan, kebijakan tersebut dirasa tak efektif. Pasalnya, masih banyak kendaraan roda dua yang tetap menerobos jalan di arah berlawanan. Karena itu warga meminta kebijakan itu dikembalikan seperti semula.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia