Kamis, 17 Aug 2017
Nasional

Antisipasi Biro Umrah Nakal, Perlu Dibuatkan Rekening Terpadu

Minggu, 13 Aug 2017 13:33 | editor : Dhimas Ginanjar

Ilustrasi jamaah haji

Ilustrasi jamaah haji (DIMAS ALIF/JAWA POS)

JawaPos.com - Kasus First Travel yang dengan mudah mengumpulkan dana masyarakat harus segera dibenahi. Sebab, pada kenyataannya uang yang terkumpul tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Supaya pemanfaatan dana tidak disalahgunakan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan ada pola baru dalam pengumpulan uang jamaah.

Caranya, membuat rekening terpadu untuk seluruh travel umrah. Jadi, nantinya ada satu rekening yang bisa menampung seluruh dana jamaah umrah yang belum berangkat. Kementerian Agama (Kemenang) nantinya bisa langsung mengawasi penggunaan dana itu.

"Selama ini Kemenag tidak bisa mengawasi, dengan ini bisa lebih baik," Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo.

Suasana kantor First Travel saat digeledah polisi

Suasana kantor First Travel saat digeledah polisi (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Lebih lanjut dia menjelaskan, banyaknya travel umrah bermasalah, dalam kajian YLKI disebabkan dua hal. Yakni, lemahnya pengawasan dan manajemen travel umrah yang buruk. "Berdasar kajian terhadap ribuan laporan di YLKI selama ini," terangnya. 

Lemahnya pengawasan yang seharusnya dilakukan Kemenag membuat travel umroh dengan mudah untuk mengalihkan dana jamaah pada kegiatan lain. "Dana jamaah yang belum berangkat bisa digunakan investasi atau bentuk lainnya oleh mereka. Akhirnya, menjadi tidak jelas dana itu kemana," ungkapnya. 

Lalu untuk buruknya manajemen travel umrah, maka Kemenag juga harus lebih ketat dalam memberikan izin. Kalau menejemen travel umrah buruk, seharusnya jangan diberikan izin. " kedepan pengaturan harus lebih jelas," ungkapnya.

(idr/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia