Jumat, 18 Aug 2017
Humaniora

Bukan Orang Biasa, Ini Sosok Di Balik Lancarnya Izin MCU Ba'asyir

Minggu, 13 Aug 2017 12:47 | editor : Imam Solehudin

Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir (ABB) sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHK) Kamis kemarin (9/8).

Dokter mendiagnosa, ada gangguan aliran darah balik yang tersumbat hingga menyebabkan kakinya membengkak, seperti yang dikeluhkannya selama di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Nah, sebelum dibawa ke RS-JHK, Tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sempat menemui Wakil Presiden (Warpres) RI Jusuf Kala (JK), bulan Juli lalu.

Tujuannya, untuk mengajukan permohonan Medical Check Up (MCU) terhadap ABB

"Prosesnya, agak panjang. Kita (tim dokter) temui Wapres, minta tolong dimudahkan proses MCU. Seandainya diajukan via surat, bisa-bisa
mentok. Biasalah, kan birokrasi," ungkap Ketua Tim dokter MER-C Joserizal Jurnalis usai konferensi pers di kantor pusat MER-C, Sabtu
(12/8), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Setelah di ACC JK, tim dokter pun merujuk ABB ke RS-JHK Rabu (9/8) sore. Terpidana kasus terorisme itu juga dikawal ketat pengamanan bersenjata lengkap.

"Jadi, beliau (ABB) berangkat, Rabu sore. Dikawal MER-C, juga aparat keamanan," terang Rizal.

Saat itu, Rizal sempat meminta pihak keamanan dapat bersikap low profile. Mengingat, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu
hanya melakukan MCU biasa.

"Saya minta, aparat low profile. Tidak pakai perlengkapan, Baracuda dan lainnya. Tujuannya, agar tidak menggangu pasien lain di RS-
JHK. Karena hanya MCU," urai Rizal.

Aparat, lanjutnya, disarankan mengenakan setelan ala agen ala Amerika Serikat. Seperti, Federal Bureau of Investigation (FBI) atau
Central Intelligence Agency (CIA). Cukup dengan jas dan senjata yang tidak terlalu mencolok.

Selama di rumah sakit, ABB justru mendapat pengawalan dari pihak lapas selayaknya narapidana super maximum security.

Aparat justru mengenakan atribut lengkap, helm, rompi anti peluru serta senjata laras panjang. Termasuk saat menjaga area luar kamar
tempat ABB dirawat.

"Tapi, apa boleh buat. Malah dikawal laras panjang saat (mengamankan) di kamar ustad. Mungkin, (aparat jaga) perlu kita ajak ke
Lebanon," sesalnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil MCU, ABB juga mengalami diagnosa pada jantung dan fungsi abdomen lainnya. Namun, ABB tetap diijinkan untuk rawat jalan. Dengan catatan harus kontrol kembali bulan depan.

(mam/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia