Kamis, 17 Aug 2017
JPG Today

Pembangunan Cirebon Outing Ring Road Tertunda Lagi

Minggu, 13 Aug 2017 14:28 | editor : Yusuf Asyari

Pengendara melintas di Fly Over Jl Pegambiran, Jumat (11/8). Pembangunan CORR yang terus terunda salahsatunya akan menghubungkan wilayah selatan dengan Fly Over ke arah Jl Yos Sudarso.

Pengendara melintas di Fly Over Jl Pegambiran, Jumat (11/8). Pembangunan CORR yang terus terunda salahsatunya akan menghubungkan wilayah selatan dengan Fly Over ke arah Jl Yos Sudarso. (Okri Riyana/Radar Cirebon/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pembangunan Cirebon Outing Ring Road (CORR) sampai saat ini belum ada kelanjutannya. Padahal, program tersebut sudah direncanakan sejak lima tahun terakhir. Badan Perencanaan Pembangunan Pengembangan dan Penelitian Daerah (BP4D) Kota Cirebon pun ingin kembali merealisasikannya.

Kepala BP4D Kota Cirebon, M Arif Kurniawan mengatakan, rencana program besar ini sudah dilakukan setidaknya sejak tahun 2012 lalu. Namun, sampai saat ini program CORR belum kunjung ada perkembangan. “Program ini sudah lama dibahas. Tetapi sampai sekarang belum ada perkembangan,” ucap Arif, kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Karena itu, lanjut dia, ada rencana dirinya dan kepala Bidang Fisik Lingkungan BP4D akan berkunjung ke kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Barat, untuk kembali mengusulkan program CORR menjadi proyek provinsi.

Dengan konsekuensi, status jalannya menjadi jalan provinsi. Akan tetapi, anggaran pembebasan lahan yang membutuhkan ratusan miliar, juga dibebankan kepada Provinsi Jawa Barat. “Kota Cirebon hanya penerima manfaatnya saja. Inlet dan outlet-nya di jalan provinsi juga,” jelasnya.

Di samping itu, dalam Detail Engginering Design (DED) program CORR, anggaran pembebasan lahan dibiayai provinsi. Karena itu, Arif menilai sekalian saja pembebasan lahan sampai selesai pembangunan, semua dilakukan provinsi.

Saat program CORR benar-benar terlaksana dan selesai, wilayah selatan Kota Cirebon dipastikan akan mengalami peningkatan dari berbagai sisi. Termasuk di dalamnya tingkat perekonomian masyarakat.

Karena itu, program tersebut menjadi bagian rencana besar yang harus terus diupayakan terwujud. “Semoga upaya yang kami lakukan meminta provinsi membebaskan lahan dan membangunnya, dapat berhasil,” harapnya.

Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Setda, Yoyon Indrayana menambahkan, proyek besar senilai Rp300 miliar itu sudah direncanakan matang sejak tahun 2012. Pembahasan dilakukan sebelumnya. Saat itu Yoyon masih menjadi kepala Bidang Fisik dan Lingkungan Bappeda (kini berubah nama menjadi BP4D).

“Kalau DED sudah ada. Langkahnya sudah dekat dengan realisasi pembangunan,” terangnya. Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan Pemda Kota Cirebon cukup banyak. Menyentuh setidaknya Rp300 miliar.

Kalau tidak mampu, ujar Yoyon, dapat meminta bantuan provinsi maupun pusat. Terpenting adanya komitmen kuat dari eksekutif dan legislatif, untuk bersama-sama mengawal program CORR.

Tujuan awal pembangunan jalan lingkar ini, untuk memudahkan akses transportasi dari dan ke wilayah selatan. Daerah Kecamatan Harjamukti masih belum dikembangkan secara optimal.

Saat CORR sudah ada, pria yang pernah menjabat kepala DPUPESDM ini yakin, perkembangan ekonomi dan pertumbuhan masyarakat wilayah selatan semakin meningkat.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia