Kamis, 17 Aug 2017
Wow

Seram! Dibangun Penjara High Risk Nusakambangan, Seperti Guantanamo

Minggu, 13 Aug 2017 06:39 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Sebuah penjara High Risk akan dibangun di ujung barat Pulau Nusakambangan. Penjara yang levelnya diatas Super Maximum Security (SMS) itu, berokasi di Lapas Karanganyar yang sudah ditutup.

Lokasinya yang sangat terpencil dan harus menyusuri hutan sepanjang belasan kilometer akan menjadi penjara Guantanamonya Indonesia.

Radar Banyumas (Jawa Pos Group) bersekempatan mendatangi lokasi Lapas High Rieska. Untuk sampai sana merasakan beratnya menyusuri hutan di perbukitan Nusakambangan.

Lapas karang anyar di pulau nusakambangan seluas 25 hektar sedang disiapkan sebagai penjara high risk.

Lapas karang anyar di pulau nusakambangan seluas 25 hektar sedang disiapkan sebagai penjara high risk. (DARYANTO/RADARMAS)

“Saat ini jalannya sudah 60 persen menggunakan rigid beton. Sementara untuk lokasi penjara sudah dibuat pagar besi yang mengelilingi lahan seluas 25 hektar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ibnu Choldun.

Dia yang baru pertama kali melihat lokasi Lapas Karanganyar tersebut, mengaku belum tahu detailnya seperti apa. Namun berdasarkan hasil pemamparan, nantinya Lapas Karanganyar akan menjadi Lapas yang paling ketat.

“Kami sendiri belum tahu detailnya. Makanya kami kunjungi Lapas tersebut untuk setidaknya tahu lokasinya,” ujarnya.

Lapas Karanganyar yang sudah lama ditutup, akan dibuka lagi dengan lokasi yang baru. Luasnya mencapai 25 hektare, sehingga nantinya akan bisa mengurangi kepadatan Lapas-Lapas yang sekarang ada di Nusakambangan.

Dia mengakui, untuk saat ini memang hunian Lapas di Nusakambangan sudah sangat padat. Jika nantinya Lapas High Risk dibangun, dapat untuk menjadi lapas khusus yang pengamananya super ketat.

“Kami akan terus tingkatkan pengamanan lapas-lapas yang ada di Nusakambangan. sehingga apa yang terjadi akhir-akhir ini bisa diputus sehingga tidak ada yang berani lagi bermain-main,” tandas dia.

Menurut dia, saat ini masih banyak sarana dan prasarana yang perlu dibenahi. Namun demikian pembenahan dari dalam akan menjadi cara yang paling efektif, sehingga semua pegawai lapas menyadari segala resiko.

"Nusakambangan selalu menjadi sorotan. Karena itu perlu keteguhan dan ketegaran semua kalapas dan jajarannya untuk menjaga dan membina para narapidana untuk insaf dan kembali ke jalan yang benar,” tegasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia