Jumat, 18 Aug 2017
Ekonomi

Makin Seksi, Batam "Didatangi" 12 Perusahaan Baru

Minggu, 13 Aug 2017 06:25 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. Batam Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di wilayah barat Indonesia, Batam merupakan daerah paling seksi untuk berinvestasi bagi kalangan pengusaha. Terbukti setelah ada 11 perusahaan asing yang berinvestasi, kini masuk lagi 12 penanam modal asing (PMA).

6 Perusahaan berasal dari Singapura, termasuk GMF yang merupakan perusahan joint venture Indonesia dan Singapura. "Ini membuktikan bahwa Batam masih seksi di mata investor," ujar Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (13/8).

12 perusahaan yang akan segera masuk itu menggunakan jasa pelayanan izin investasi 3 jam (i23J) itu sebagai berikut:

1. PT GMF Aero Asia yang saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan BP Batam untuk membuka fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Bandara Hang Nadim. Nilai investasinya diperkirakan mencapai USD 100 juta.

2. PT Feen Marine asal Norwegia yang bergerak di bidang industri peralatan kapal dengan investasi sebesar USD 4 juta.

3. KPJ Johor Specialist Hospital dari Malaysia dengan nilai investasi USD 4 juta.

4. KOH Brothers dari Singapura yang bergerak di bidang pembuatan concrate block dengan investasi sebesar USD 100 juta.

5. 1-Net dari Singapura yang mengelola pusat data dengan investasi senilai USD 40 juta.

6. PT Googwood Investama, pengembang dari Singapura dengan investasi USD 4 juta.

7. Perusahaan shipyard dari Jepang, Tsuneishi dengan nilai investasi USD 4 juta.

8. Fagioli dari Singapura yang bergerak di bidang penyewaan alat konstruksi dengan investasi USD 4 juta.

9. Citra Fagioli yang mengurus jasa pengurusan transportasi dengan nilai investasi USD 4 juta.

10. Ebiotich Advance Indonesia yang memproduksi Rubican Oil dari Jepang senilai USD 10 juta.

11. PT Restell Industry yang membuat bahan baku pemberantas hama dengan nilai USD 4 juta.

12. Perusahaan asal Malaysia yang mengelola timah putih dengan investasi USD 8 juta.

Di samping itu, kata Gusmardi, ada lagi empat perusahaan lama yang akan memperluas usahanya. Salah satunya Schneider di Batamindo, perusahaan elektrik dari Prancis dengan nilai perluasan USD 141 juta.

(iil/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia