Minggu, 20 Aug 2017
Internasional

Mengkapitalisasi K-Pop untuk Perdamaian Dua Korea

Minggu, 13 Aug 2017 07:40 | editor : Dwi Shintia

Girls Generation

Girls Generation (ALLKPOP)

JawaPos.com – Musik menyatukan banyak perbedaan. Itu juga yang mendasari perhelatan konser damai di kawasan Demilitarised Zone (DMZ) yang terletak di antara Korea Utara dengan Korea Selatan.

Tahun ini, konser itu pun diharapkan bisa meredakan ketegangan Korut yang berkali-kali mengancam akan menyerang teritorial Amerika di Guam. Konser tersebut sudah dilakukan rutin setiap tahun sekali. Ada dua event yang dihelat. Pertama, dan paling populer, adalah konser membahana artis-artis K-Pop yang berlangsung tadi malam, Sabtu (12/8). Setelah itu, pada hari ini, Minggu (13/8) ada konser musik klasik.

Walaupun dilabeli DMZ Concerts, konsernya tidak benar-benar dilaksanakan di kawasan itu. Konser dihelat di kawasan wisata Nuri Peace Park di Kota Paju, utara Seoul, Korsel. Acara gratis dan bisa dilihat semua orang itu dihelat oleh media MBC, Kementerian Unifikasi yang mempromosikan dan menyiapkan reunifikasi dua Korea, dan otoritas setempat.

Tahun ini, label konser K-Popnya adalah "Again, Peace!" alias “Sekali lagi, Damai!” Bintang yang akan tampil juga terkenal banget. Seperti Girls Generation dan BTOB. Diharapkan ribuan orang akan melihat konser tersebut.

Hakjae Kim, assistant professor di Institute for Peace and Unification Studies di Seoul National University, mengatakan kalau pemerintah Korsel ingin mengkapitalisasi budaya pop Korea yang menarik.
Aris-artis K-Pop Korsel sudah terkenal di penjuru Asia dan belakangan dunia. Dan, meski hidup dalam aturan ketat, banyak orang Korut menjadi fans musik Korsel. Mereka juga menyukai drama Korea. Sangking idolanya, banyak film yang diselundupkan ke Korut.

Para pembelot Korut pernah mengatakan kalau hiburan Korsel membantu mereka mempelajari realitas kehidupan di luar negara mereka. ”Ini sama seperti ketika Jerman dipisahkan antara Barat dan Timur. Orang di Jerman Timur ingin kehidupan yang baik dan berkualitas setara dengan mereka yang tinggal di Jerman Barat,” kata Kim. (*)

(tia/CNN/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia