Kamis, 17 Aug 2017
Internasional

Melihat Sistem Bawah Tanah Korut yang Jadi Bagian Persiapan Perang

Minggu, 13 Aug 2017 07:00 | editor : Dwi Shintia

(Eric Lafforgue Via Daily Mail)

JawaPos.com – Korea Utara sepertinya tidak pernah gentar dengan berbagai ancaman dan sangsi yang sudah dijatuhkan kepada mereka. Alih-alih bersembunyi, negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini malah balas mengancam dan menunjukkan kalau mereka juga bernyali.


Salah satu yang mereka pamerkan adalah sistem bawah tanah metro. Diklaim Pyongyang, sistem bawah tanah milik mereka adalah sistem bawah tanah paling dalam sedunia. Dan, warga Korut bisa bersembunyi di dalamnya jika perang nuklir pecah.

(Eric Lafforgue Via Daily Mail)

Fotografer asal Prancis, Eric Lafforgue, merekam aktifitas normal di dalam sistem bawah tanah mereka. Disebutkan Lafforgue, ada dua jalur kereta dengan panjang mencapai 29 kilometer. Pembangunan jalur kereta bawah tanah yang berlabel Pyongyang Metro ini dimulai pada 1968 dan diresmikan pada 1973 oleh pemimpin Korut saat itu, Kim Il Sung, kekek Kim Jong un.

(Eric Lafforgue Via Daily Mail)

Sehar-hari, tunnel itu disibukkan dengan lalu lalang penumpang yang hendak menunju berbagai tempat. Namun, kedalaman tunnel yang mencapai 360 kaki disebut Pyongyang juga digunakan untuk shelter bila ada perang.


Transportasi metro negeri ini memanfaatkan kereta tua dari Jerman yang dibeli Korut pada 1999. Pyongyang sebenarnya mengklaim kereta tersebut adalah buatan dalam negeri. Mereka pun sudah merenovasinya. Namun, beberapa grafiti yang ada di bodi kereta dan luput dari pembersihan, tidak bisa berdusta.

(Eric Lafforgue Via Daily Mail)


Lafforgue mengatakan kalau ada 17 stasiun yang dilewati metro ini. ”Anda harus punya tiket resmi yang dibeli dari mesin otomatis. Tetapi sayang, mesin itu tidak beroperasi saat saya datang,” kenangnya.

Ditambahkan Lafforgue, masing-masing stasiun kereta memiliki nama yang mengandung nuansa revolusi. Seperti komandan, bintang merah, kemenangan, rehabilitasi, surga, dan restorasi. ”Turun sejauh 120 meter hanya makan waktu beberapa detik saja. Tetapi Anda akan merasa berada di dalam film karena musik revolusi dan lagu-lagu patriot selalu berkumandang via speaker yang keras,” katanya.

(Eric Lafforgue Via Daily Mail)


Sebenarnya akses memasuki sistem subway kereta di Korut sudah dilarang untuk orang asing. Namun belakangan Pyongyang memberikan izin kepada beberapa media asing untuk meliputnya. Memulai beroperasi pada 1973, sistem metro ini melayani ratusan ribu penumpang setiap hari. Mereka naik kereta yang dulunya digunakan komunis di Berlin, Jerman. (*)

(tia/Daily Mail/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia