Kamis, 17 Aug 2017
Ekonomi

Banyak Masyarakat Keluarkan Uangnya Untuk Hiburan

Sabtu, 12 Aug 2017 21:02 | editor : Muhammad Syadri

Ilustrasi

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

Jawapos.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengakui ada perubahan pola pengeluaran masyarakat pada tahun ini. Jika sebelumnya banyak yang membeli konsumsi primer, maka di pertengahan 2017 yang mereka beralih untuk kebutuhan hiburan (leisure).

Kebutuhan hiburan tersebut berupa pariwisata, menginap di hotel, maupun menikmati hidangan mewah disebuah restoran. Hal itu terjadi lantaran adanya perlambatan daya beli pada sektor non leisure.

"Jadi perpindahannya itu menunjukkan leisure melonjak ketika ada sedikit perlambatan non leisure. jadi berbalik arah," ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/8).

Selain itu, faktor lain yang membuat masyarakat beralih membelanjakan uangnya untuk sektor hiburan adalah karena adanya penurunan tarif di beberapa destinasi wisata.

Secara tidak langsung, penurunan tersebut akan memberi respon signifikan dalam pengeluaran masyarakat. Sebab, disaat yang sama, waktu libur dalam beberapa bulan terakhir cukup panjang.

Kondisi tersebut memberi pengaruh terhadap daya beli. Sehingga, kata dia, daya beli menjadi menguat di beberapa sektor.

"Banyak tujuan destinasi pariwisata yang dikelola swasta dan itu murah. Jadi memang ada shifting menuju kesana, entah sebagai bagian gaya hidup atau gimana. Jadj secara riil pengeluaran rumah tangga menurun dan daya beli menguat," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia