Kamis, 17 Aug 2017
Kesehatan

Masa Daftar Tunggu Pengobatan Radioterapi Kanker Butuh 10 Minggu

Sabtu, 12 Aug 2017 12:25 | editor : Muhammad Syadri

Ilustrasi

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Kanker kepala dan leher adalah kanker kelima tersering di dunia. Pengobatan kanker bisa dilakukan dengan berbagai ragam dari mulai kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Begitu pula pada kanker leher-kepala. Namun ternyata pasien masih harus menanti daftar tunggu yang cukup panjang jika ingin menjalankan pengobatan radioterapi.

“Delay pengobatan itu ada 2 hal. Yang pertama bisa karena faktor pasien yang tak mendapatkan informasi atau missleading sehingga berputar-putar dulu baru berobat. Atau ada juga delay karena sistem fasilitas," kata Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), Soehartati Gondhowiardjo.

Soehartati menjelaskan di RSCM daftar tunggu pengobatan radioterapi kanker mencapai 10 minggu. Bahkan sebelumnya daftar tunggu pasien selama 11 minggu.

"Karena tentu menambah alat kan tak seperti membalikan telapak tangan. Perlu perencanaan dan lainnya," jelasnya.

Namun dengan panduan penanganan kanker secara multidisiplin membuat pengobatan kanker menjadi lebih baik dan sesuai standar. Misalnya, pengobatan kanker nasofaring harus dilakukan dengan radioterapi. Namun karena waktu tunggu pasien masih penuh, bisa dilakukan dulu dengan kemoterapi.

"Misalnya penuh maka yang dilakukan kemoterapi dulu. Namanya treatment of choice. Kalau enggak bisa, maka kemoterapi dulu 3 kali. Lalu dengan kemoradiasi. Ada jalan lain, pasien tak dirugikan," jelasnya.

Saat ini pemerintah juga terus menambahkan alat-alat teknologi untuk pengobatan kanker. Peran serta RS swasta yang berperan dalam melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggata Jaminan Sosial (BPJS) sudah mulai membuka fasilitas pengobatan kanker.

"Di Medan sudah ada, Semarang, Bandung. Bukan hanya peran pemerintah, namun dunia medis harus hand in hand yang terbaik untuk pasien," jelas Soehartati.

Penderita stadium awal kanker biasanya memiliki kualitas hidup yang lebih baik pascaperawatan bila dibandingkan dengan pasien stadium lanjut. Salah satu upaya penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker kepala-leher di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia