Kamis, 17 Aug 2017
Otomotif

Pemerhati Lingkungan: BBM Oktan Tinggi Perbaiki Kualitas Lingkungan

Sabtu, 12 Aug 2017 10:00 | editor : Dhimas Ginanjar

Ilustrasi dispenser untuk pertalite di SPBU

Ilustrasi dispenser untuk pertalite di SPBU (Raka Denny/Jawa Pos)

JawaPos.com – Upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan terus dilakukan. Salah satunya, dengan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti pertamax dan pertalite di berbagai daerah. Termasuk, Jogjakarta yang dalam beberapa bulan ini penjualan bensin beroktan tinggi itu terus meningkat.

Tren peningkatan itu terlihat dari berbagai antrian pertamax dan pertalite saat di SPBU. Selaras dengan data Pertamina (Persero) di kuartal pertama 2017 bahwa penjualan kedua jenis bahan bakar minyak (BBM) itu di Jawa Bagian Tengah menekan premium. Di Jateng dan Jogja, pasarnya sudah 50 persen, sedangkan premium hanya 27 persen.

Peningkatan itu mendapat tanggapan positif dari pemerhati lingkungan hidup. Menurut mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Berry Nahdian Furqon, kedua BBM dengan oktan 90 (pertalite) dan 92 (pertamax) itu punya dampak positif bagi lingkungan. Terutama, sumbangsih ke udara yang lebih bersih.

’’Sangat bagus, itulah kenapa diharapkan peningkatan konsumsinya terus berlanjut,’’ katanya saat dihubungi via telepon.

Lebih lanjut dia menjelaskan, oktan premium yang hanya 88 tidak ramah lingkungan. Selain itu, oktan yang lebih tinggi pada pertalite dan pertamax juga membuat mesin menjadi lebih baik. Jadi, pengguna BBM oktan tinggi tidak hanya memberikan sumbangsih untuk lingkungan, tetapi juga merawat kondisi mesin.

’’Terus meningkatnya penjualan (pertalite dan pertamax), bisa jadi Karena kesadaran masyarakat mulai tinggi untuk menggunakan BBM ramah lingkungan,” terangnya.

Afifah, salah satu warga Wonosobo mengakui kalau pertalite atau pertamax memang lebih memiliki dampak positif. Hal paling sederhana yang dia rasakan adalah, lebih irit. Kilometer yang dia dapat lebih jauh daripada saat menggunakan premium. ’’Saya ngisi Rp 30 ribu, Senin. Sampai Jumat (11/8) belum isi lagi,’’ katanya.

(dim/jpr/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia