Senin, 21 Aug 2017
Otomotif

Pasar Otomotif Masih Bergairah, Genjot Penjualan 1,1 Juta Unit Mobil

| editor : 

Menperin Airlangga Hartarto (dua dari kanan) optimistis daya beli otomotif tetap kuat

Menperin Airlangga Hartarto (dua dari kanan) optimistis daya beli otomotif tetap kuat (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

JawaPos.com - Pameran akbar otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2017 di ICE-BSD Serpong, Tangerang Selatan resmi dibuka, Kamis (10/8) pagi. Sebanyak 32 pabrikan hadir di pameran yang akan dibuka sampai 20 Agustus itu. Menariknya, daya beli mobil diprediksi tidak ikut lesu.

Itulah kenapa, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan pertumbuhan penjual bakal terus terjadi. Bahkan, lewat GIIAS 2017 diharapkan bisa mengerek penjualan dan target penjualan pada tahun ini bisa tercapai. Dia optimistis karena penjualan domestik sampai Juni sudah menembus 533 ribu unit.

’’Naik 0,3 persen dibanding tahun lalu. Proyeksi 1,1 juta unit kendaraan di tahun ini,’’ tuturnya saat membuka pameran. Lebih lanjut dia menjelaskan, komitmen Gaikindo menggairahkan pasar otomotif Indonesia adalah lewat GIIAS. Banyak hal baru yang membuat pameran lebih menarik.

Misalnya, soal kendaraan hybrid atau listrik. Memang, pantauan JawaPos.com di lokasi pameran, rata-rata tiap agen tunggal pemegang merek (ATPM) menampilkan mobil ramah lingkungannya. Entah yang masih berupa konsep, maupun sudah diproduksi massal.

’’Otomorif adalah industri andalan untuk menggerakkan roda ekonomi. Ini (GIIAS) adalah sumbangsih Gaikindo untuk membesarkan industri otomotif ke masa depan,’’ imbuhnya.

Sementara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kalau daya beli otomotif masih bertenaga. Selain itu, juga ditopang dengan industri yang terus menguat. ’’Pertumbuhan ekonomi kita gagah di angka 5 persenan. Ekonomi Indonesia masih kuat. Ini yang membuat optimistis,’’ terangnya.

Apalagi, ada fakta menarik bahwa Indonesia sudah menjadi net eksportir untuk mobil. Pada 2015 dia menyebut ekspor mencapai USD 466 juta. Sedangkan sampai akhir tahun lalu, jumlahnya naik jadi USD 600 juta. ’’Pada tahun ini, investasi yang diselesaikan mencapai Rp 16,5 triliun. Ini bukti industri terus tumbuh,’’ tuturnya.

(dim/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia