Minggu, 20 Aug 2017
Humaniora

"Pak Jokowi, Selamatkan Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen!"

Rabu, 09 Aug 2017 07:55 | editor : Muhammad Syadri

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Mahasiswa Buddhis Indonesia melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan polemik patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban. Patung tersebut terancam dirubuhkan.

Dalam isi suratnya, mahasiswa berharap Indonesia bebas dari berbagai gangguan yang dapat mengancam Pancasila sebagai ideologi negara, terciptanya toleransi antar umat beragama dan iklim pluralisme yang teduh di Indonesia. Belakangan ini muncul polemik dan desakan dari beberapa oknum ormas yang mengatasnamakan “Boemiputera Menggugat.

"Tindak tanduknya mengatasnamakan Pancasila, namun tindakannya sangat bertolak belakang dengan pancasila. Mereka menuntut agar patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban dirubuhkan," kata Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Timur, Abhinyano, dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8).

Mahasiswa Buddhis Indonesia

Mahasiswa Buddhis Indonesia (Istimewa)

Abhinyano menambahkan alasan yang mendasari gerakan untuk merobohkan patung dewa tersebut sangat mendiskreditkan aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha. Ormas itu menganggap bahwa patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukanlah bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia dan tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kami ingin bertanya, apakah dengan berdirinya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dapat mengancam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika? Mendirikan patung adalah bentuk ekspresi keagamaan," tukasnya.

Patung tersebut, kata dia, merupakan salah satu representatif dewa dari aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari agama Buddha. Agama Buddha pun statusnya saat ini diakui dan dilindungi di Indonesia. Lokasi berdirinya patung tersebut juga berada pada area Klenteng atau Vihara, bukan di tempat umum sehingga keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum.

Bahkan menurutnya, patung dewa tersebut dapat menjadi daya tarik wisata lokal kota Tuban bagi para wisatawan. " Lantas, siapakah yang sesungguhnya dirugikan dengan berdirinya patung tersebut? Kami rasa pihak-pihak yang ingin merobohkan patung dewa tersebutlah yang justru sangat mengancam eksistensi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena tuntutan untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen sangat merugikan umat Buddha di Indonesia, khususnya umat yang beraliran Tri Dharma," tukasnya.

Abhinyano menjelaskan oknum-oknum antipatung tersebut juga menganggap karakter dan ukuran patung Dewa Kwan Sing Tee Koen mengindikasikan keangkuhan, kekuasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa Indonesia oleh bangsa asing (Tionghoa) di Boemi Pertiwi
Persada Indonesia.

"Kami rasa orang-orang tersebut sudah gila dan hilang akal sehatnya. Bagaimana mungkin patung yang merupakan benda mati dan tidak bisa bergerak mampu berkuasa, menindas bahkan menjajah Bangsa Indonesia?," tukasnya.

Menurutnya, justru ancaman untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut merupakan bentuk penjajahan dan penindasan terhadap ekspresi keagamaan sebuah agama di Indonesia. Kebebasan beragama dijamin UUD 1945 pasal 28E ayat (1). Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukan hanya simbol dewa dari aliran Tri Dharma dan Agama Buddha saja, namun dalam konteks saat ini patung dewa Dewa Kwan Sing Tee Koen secara tidak langsung telah menjadi simbol dari toleransi antar umat beragama di Indonesia.

"Pak Presiden dan para Menteri, kokohnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di bumi pertiwi saat ini sedang dipertaruhkan.

Untuk konteks saat ini, mungkin hanya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen saja yang menjadi target untuk dirubuhkan. Jika Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen berhasil dirubuhkan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi intoleran serupa," tegasnya.

Misalnya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Patung Dewa di Bali dan unsur-unsur budaya dan simbol agama lainnya di Indonesia. Mahasiswa Buddhis ingin menjaga NKRI tetap utuh di bawah semangat Pancasila.

"Kami mendesak kepada Presiden dan para menteri untuk melindungi patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dari ancaman oknum-oknum gagal paham tersebut," tutupnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia