Minggu, 20 Aug 2017
JPG Events

Pramuka Terbaik Terbang ke Korsel

Senin, 07 Aug 2017 10:48 | editor : Miftakhul F.S

TANGIS KEMENANGAN: Anjas Tri setya dari SMA 3 Blitar menangis karena mendapat medali emas.

TANGIS KEMENANGAN: Anjas Tri setya dari SMA 3 Blitar menangis karena mendapat medali emas. (Arya Dhitya/Jawa Pos)

JawaPos.com- Tanpa janjian, semua finalis yang mendapat medali emas kompak sujud syukur dan menangis haru. Bahkan, sampai ada yang tersungkur saking bahagianya. Enam belas pemenang final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka diumumkan Minggu malam (6/8).

Setiap peserta sudah dikalungi medali yang dibungkus menjelang pengumuman. Bungkus itu kemudian disobek bersama. Yang mendapat emas tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena bakal berangkat ke Busan, Korea Selatan. Sementara itu, yang mendapat perak tidak begitu kecewa. Mereka tetap mendapat reward jalan-jalan ke Karimun Jawa.

Ketua Kwarda Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan selamat kepada seluruh finalis, baik yang bermedali emas maupun perak. Dia menyampaikan rasa bangganya karena Pramuka punya kemauan untuk berinovasi. Juga, memberi nilai tambah bagi kearifan lokal daerahnya masing-masing.

’’Kalau pejuang punya moto merdeka atau mati, Pramuka harus punya moto inovasi atau mati!’’ pesan Gus Ipul. Di akhir pengumuman, finalis juga berfoto dengan para undangan. Di antaranya, Wakil Ketua Kwarda Jatim A.R. Purmadi, Wapemred Jawa Pos Nanang Priyanto, Management Trainee PT Mataram Paint Adisurya Tjahjana, dan Direktur Operasional Bank Jatim Rudie Hardiono.

Acara ditutup secara ’’pecah’’ oleh GAC. Gamaliel, Audrey, dan Cantika tampil memukau di atas panggung, membawakan tujuh lagu. Di antaranya, Never Leave Ya, Side to Side, dan Bahagia. Trio beraliran hiphop tersebut mengobrol sebentar soal Pramuka. Mereka mengaku hanya ikut Pramuka ketika zaman sekolah. Itu pun hanya di lingkungan sekolahnya.

Karena itu, mereka mengacungi jempol kegiatan Pramuka di Jatim ini. ’’Pasti sangat keren Pramuka bisa berkontribusi untuk masyarakat,’’ ungkap Gamaliel.

Mereka juga tampak terkejut mengetahui para Pramuka bisa membuat teknologi tepat guna. Sebab, mereka pikir Pramuka selama ini hanya berkaitan dengan kegiatan luar ruangan, berkemah, dan membuat tali-temali. ’’Memang sudah waktunya Pramuka itu diberi aktivitas yang sesuai dengan zaman sekarang, di mana teknologi sudah berkembang,’’ ujar Cantika.

Sementara itu, Audrey tampak kagum melihat hasil pengecatan adik-adik Pramuka yang ditampilkan lewat video. ’’Keren sekali bagaimana mereka bisa mengubah lingkungan kumuh menjadi cantik dan bagus untuk wisata begini,’’ komentar gadis berdarah Ambon tersebut.

Malah, dia berpendapat agar acara serupa juga diadakan di daerah lain. Final tadi malam memang menutup rangkaian Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 pada April–Mei. Saat itu 11 ribu Pramuka mengecat di 11 kota di seluruh Jatim. Total, ada lebih dari seribu rumah yang dicat.

(deb/c7/dos)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia