Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2017 | 17.13 WIB

Ini Alasan Partai Politik Berlomba-Lomba Dukung Jokowi

Presiden Jokowi - Image

Presiden Jokowi

JawaPos.com - Sejumlah partai ramai-ramai mendeklarasikan dukungannya kepada Joko Widodo untuk maju kembali di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Padahal, perhelatan akbar itu terhitung masih 2 tahun lagi.


Adapun yang sudah mendeklarasikan dukungannya yakni, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hanura.


Beberapa partai pun memberi alasan mengapa mereka sejak dini mendeklarasikan dukungannya kepada mantan gubernur DKI Jakarta itu.


Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias Oso mengatakan, ada pesan penting kenapa sejak dini partainya mendeklarasikan dukungannya tersebut.


Menurutnya, Partai Hanura katanya ingin menunjukkan konsistensinya sebagai partai politik yang tidak suka khianat pada rakyat, tidak suka khianat pada sahabat dan tidak suka khianat pada yang diusungnya.


"Partai Hanura akan hadir dalam kebersamaan baik suka maupun duka," ujar Oso dalam pidato penutupannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura di The Stone Hotel, Kuta, Bali, Sabtu malam (5/8).


Lagi pula dengan mendukung Jokowi, mereka pastinya mendapat keuntungan. Sekretaris Jenderal Partai Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan, setidaknya masyarakat akan memperhitungkan keberadaan Parpol yang mencalonkan mantan wali kota Solo itu di 2019. 


"Hanura akan mendapatkan feedback dari masyarakat. Ketika calonkan seseorang dari sisi kinerjanya dirasakan oleh masyarakat, saya kira masyarakat akan menilai. Akan ada penilaian yang mengusung Pak Jokowi itu," katanya.


Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan, deklarasi dukungan kepada Jokowi sejak dini, menandakan jika mereka sebagai peserta pemilu 2014 memiliki kesamaan pandangan melihat kepemimpinan nasional ke depan.


"Nanti sesama Parpol pendukung Jokowi akan terus berkoordinasi untuk mematangkan strategi ke depan," jelasnya.


Dia berpendapat, Pemilu 2019 itu berbeda dengan sebelumnya karena dilakukan secara serentak.


"Maka Parpol harus punya capres sejak awal. Apalagi pengajuan caleg dan capres hampir bersamaan mulai tahun depan. Ini salah satu strategi menghadapi pemilu serentak," jelas pria yang akrab disapa Awiek itu.


Tak dipungkiri olehnya, elektabilitas Jokowi berpengaruh terhadap PPP untuk menyongsong Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.


Dalam beberapa kali survei pun Jokowi unggul jauh dari siapapun. "Terlebih UU pemilu mengatur syarat presiden threshold sebesar 20-25 persen," tukasnya.


Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kritiyanto saat ditemui di kediaman Sekjen Partai Golkar Idrus Marham kemarin, menyambut positif dukungan terhadap kadernya itu di 2019.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore