Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2017 | 18.22 WIB

Petaka Jalur Tengkorak Timur dan Utara Meningkat, Ngeri!

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Satlantas Polres Balikpapan mencatat jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah hukkumnya mencapai 37. Jumlah tersebut terjadi sepanjang semester I 2017.


Kasatlantas Polres Balikpapan AKP Noordhianto mengungkapkan, dari 37 kasus tersebut kebanyakan melibatkan kendaraan roda dua dengan total 45 unit. Sementara korban meninggal dunia sebanyak tiga orang. “Tren laka lantas memang cenderung meningkat setiap tahunnya,” terang dia kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), Sabtu (5/8).


Selain korban meninggal, Noordhianto menyebut kerugian material akibat kecelakaan sampai akhir Juni kemarin mencapai Rp 48,9 juta. Menurutnya, penyebab utama kecelakan dominan adalah human error alias kelalaian pengendara.


Meski dia juga menyebut kondisi jalanan yang kurang baik di beberapa titik juga menjadi salah satu sebab kecelakaan. “Tapi memang dominan kelalaian dari pengendara, mulai dari ugal-ugalan, melanggar rambu, mengantuk dan lain-lain,” bebernya.


Dirinya menambahkan, dua titik yang selama ini menjadi jalur “tengkorak” di Kota Minyak adalah Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara dan Jalan Mulawarman di Balikpapan Timur. Penerangan yang minim disebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan di dua titik tersebut.


Meski dua titik itu disebut menjadi lokasi paling rawan, dirinya mengaku resiko kecelakaan di wilayah kota juga tak kalah tinggi. Soal rentang usia, Noordhianto menyebut selama ini kecelakaan lalu lintas paling banyak melibatkan pengendara dengan usia 17 sampai 40 tahun.


“Tentu ini sangat disayangkan, usia-usia tersebut mestinya masih bisa berbuat banyak,” kata dia. Terkait dengan maraknya siswa SMA dan SMP bahkan SD yang kini sudah diberi keleluasan untuk menggunakan kendaraan bermotor oleh orangtua. Nordianto menyebut hal itu justru dapat menjadi bumerang bagi si anak.


Karena, berkendara di usia tersebut emosi belum stabil. Remaja punya potensi besar menjadi penyebab dan korban kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, dirinya mengimbau agar orangtua tidak terlalu mudah memberi izin kepada anaknya untuk menggunakan kendaraan bermotor. “Pengawasan orangtua harus lebih ketat, jangan terlalu mudah memberi izin kepada anak,” imbaunya.


Berbagai upaya, ditambahkan dia juga sudah dilakukan oleh satuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mulai dari tindakan pencegahan, lewat sosialiasi kepada sekolah-sekolah dan pengawasan di pos-pos lalu lintas sampai upaya penindahakan jika ditemukan pelanggaran di jalan raya.


Sampai Juni kemarin, 7.000 tindakan penilangan sudah dilakukan oleh Satlantas Polres Balikpapan terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas.


“Tindakan penilangan ini untuk memberi efek jera, agar ke depan mereka tidak melakukan pelanggaran lagi. Ini juga merupakan upaya kami menekan angka kecelakaan,” tutupnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore