
Ilustrasi: Gudang beras
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono, menolak jika masalah perberasan harus diserahkan sesuai mekanisme pasar.
Menurutnya, justru dari sebutir beras terkandung nilai ideologi Indonesia sebagai bangsa, karena termasuk komoditas strategis dan politis. Sehingga, pemerintah harus turun tangan dan terlibat penuh.
"Saya ingin mengajak kita berpikir jernih dengan akal sehat disertai dengan nurani sebagai anak bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/8).
Menurutnya, nilai strategis dan politis tersebut tercermin dari beberapa hal. Pertama, beras menjadi pangan pokok dan menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia. Kedua, beras mempengaruhi inflasi dan kemiskinan.
Ketiga, beras menjadi ruang ekonomi rakyat, mengingat sekitar 56 juta orang menggantungkan hidupnya dengan menanam padi. Terakhir menurutnya, beras mempengaruhi kesejahteraan petani serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut kemudian tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor Tahun 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta turunannya.
"Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut rakyat petani, dan konsumennya seluruh rakyat Indonesia, maka harus dikendalikan oleh pemerintah," jelasnya.
Dia menambahkan, ketersediaan dan harga beras yang mempengaruhi inflasi, berdampak pada kestabilan ekonomi. Beras juga berpengaruh terhadap sosial dan politik, juga menjadi alasan lain mengapa pemerintah harus hadir.
"Sejarah telah membuktikan, bahwa gejolak pangan yang berkepanjangan mengakibatkan pemerintahan yang tidak stabil," tegasnya.
Untuk itu, Hari menilai, pihak-pihak yang berpikir beras adalah komoditas bebas dan harus diatur sesuai mekanisme pasar yang sarat dengan ideologi liberalisme, merupakan pemikiran keliru dan melukai nasionalisme sebagai bangsa.
"Karenanya, marilah kita pertanyakan bagaimana ideologi Pancasila dari orang-orang yang telah menempatkan beras sebagai komoditas biasa dan boleh mengambil untung semaunya," tandasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
