
Ilustrasi
JawaPos.com - Pria tanpa identitas yang gantung diri itu ternyata warga Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya. Dia sebelumnya ditemukan tewas tergantung di pohon lereng bukit kawasan pantai Tanjung Batu, Pemangkat, Sambas.
“Hasil identifikasi korban diketahui bernama Basri Damara, 36. Seorang wiraswasta yang berdasarkan KTP beralamat di RT 007/ RW 001, Gang Sepakat, Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya. Di Pemangkat, korban tinggal di Jalan Penjajap Timur, RT 003/ RW 005, Desa Penjajap, Pemangkat, Sambas,” jelas Kapolsek Pemangkat AKP Agus Riyanto, Jumat (4/8), dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).
Dugaan sementara polisi, Basri mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena frustasi. Pria ini mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.
Agus mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, jajarannya langsung menuju lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti serta meminta keterangan warga. “Korban ditemukan tergantung dengan seutas tali tambang warna putih. Panjang tali antara ikatan dahan pohon ke leher sepanjang sekitar 85 centimeter serta jarak ujung kaki ke tanah sekitar 10 centimeter,” katanya.
Saat ditemukan, mayat tersebut masih lengkap menggunakan pakaian kaos oblong dan celana pendek. Ditemukan sepasang sandal jepit warna hitam merek Adidas dengan lis merah di sekitar jenazah. “Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban diturunkan dan dibawa ke RSUD Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.
Dokter RSUD Pemangkat belum bisa memastikan penyebab kematian Basri, karenakan kondisi tubuhnya sudah rusak atau membusuk. “Dokter yang memeriksa menyampaikan, jika ingin memastikan kematian korban, harus melalui otopsi,” jelas AKP Agus.
Berdasarkan keterangan ibu korban, Tehnah, Basri diperkirakan meninggalkan rumah sekitar 14 hari yang lalu. “Ibu korban memastikan sepasang sandal jepit, baju kaos oblong, serta celana yang dikenakan korban, menandakan memang benar itu milik anaknya. Ibu korban mengenali pakaian tersebut,” papar Kapolsek.
Menurut keterangan keluarga korban, Basri memiliki riwayat penyakit jantung (komplikasi). Dia selalu mengeluhkan penyakit yang dideritanya.
“Sudah sering berobat, namun tak kunjung sembuh. Jadi setelah melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD Pemangkat, kami membuat surat pernyataan penolakan dilakukan otopsi. Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” ungkap AKP Agus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
