Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 15.32 WIB

Kondisi Pengamanan Laut Indonesia Seakan Manjakan Bandar Narkoba

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Peredaran narkoba di Indonesia masih sangat tinggi. Sebulan terakhir, polisi mengungkap penyelundupan narkoba yang jumlahnya sangat fantastis. Mulai dari satu ton sabu hingga 1,2 juta pil ekstasi. Kasus ini diungkap bersama antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai.


Dari dua pengiriman narkoba dengan jumlah fantastis itu dipastikan bandarnya melakukan pengiriman dengan jalur laut. Sebab, akan sangat susah bila pelaku masih memanfaatkan cara lama yakni dengan menggunakan jalur udara.


Tentu banyak alasan mengapa para bandar kebanyakan mulai memilih jalur laut untuk menjalankan bisnis haramnya. Selain minimnya pengawasan, jalur laut ini jauh lebih kecil kemungkinan untuk tertangkap petugas.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menerangkan, hal ini seperti yang terjadi di pengiriman satu ton sabu-sabu dari Tiongkok. Pelaku dengan berani mengirimnya menggunakan kapal pesiar yang memang telah dimodifikasi sedikit.


“Ketika dilacak, memang tak bisa karena radarnya dimatikan,” kata dia ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (5/8). Bahkan kapal pesiar Wanderlust yang digunakan mengiirm sabu-sabu satu ton itu telah diincar oleh empat negara tetangga Indonesia, tapi tak berhasil.


Kapal itu pun tertangkap setelah memindahkan narkoba ke kapal karet kecil yang membawanya ke bibir pantai. Hal itu kata Rikwanto memang jauh lebih mudah ketimbang menggunakan jalur udara yang sudah sangat sering tertangkap.


Dengan jalur udara, bagaimana pun cara pelaku akan tetap terungkap. Entah narkoba itu ditelan atau diselipkan di besi. Pasalnya kata Rikwanto kasus semacam itu sudah pernah terungkap dan bandar mulai memilih jalur lain.


“Mungkin dipilihlah jalur laut. Karena memang Indonesia adalah negara kepulauan yang perairannya sangat luas. Dan petugas yang menjaga perbatasan memang jumlahnya belum maksimal,” tegas dia.


Meski begitu kata Rikwanto, petugas tetap waspada dengan semua jalur yang kemungkinan digunakan untuk menyelundupkan barang haram. Baik itu laut, udara maupun darat.


“Yang pasti kami bersiaga. Kami juga berkoordinasi dengan aparat lainnya agar pengawasan bisa semakin ketat,” tukas dia.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore