
Ilustrasi
JawaPos.com - Peredaran narkoba di Indonesia masih sangat tinggi. Sebulan terakhir, polisi mengungkap penyelundupan narkoba yang jumlahnya sangat fantastis. Mulai dari satu ton sabu hingga 1,2 juta pil ekstasi. Kasus ini diungkap bersama antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai.
Dari dua pengiriman narkoba dengan jumlah fantastis itu dipastikan bandarnya melakukan pengiriman dengan jalur laut. Sebab, akan sangat susah bila pelaku masih memanfaatkan cara lama yakni dengan menggunakan jalur udara.
Tentu banyak alasan mengapa para bandar kebanyakan mulai memilih jalur laut untuk menjalankan bisnis haramnya. Selain minimnya pengawasan, jalur laut ini jauh lebih kecil kemungkinan untuk tertangkap petugas.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menerangkan, hal ini seperti yang terjadi di pengiriman satu ton sabu-sabu dari Tiongkok. Pelaku dengan berani mengirimnya menggunakan kapal pesiar yang memang telah dimodifikasi sedikit.
“Ketika dilacak, memang tak bisa karena radarnya dimatikan,” kata dia ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (5/8). Bahkan kapal pesiar Wanderlust yang digunakan mengiirm sabu-sabu satu ton itu telah diincar oleh empat negara tetangga Indonesia, tapi tak berhasil.
Kapal itu pun tertangkap setelah memindahkan narkoba ke kapal karet kecil yang membawanya ke bibir pantai. Hal itu kata Rikwanto memang jauh lebih mudah ketimbang menggunakan jalur udara yang sudah sangat sering tertangkap.
Dengan jalur udara, bagaimana pun cara pelaku akan tetap terungkap. Entah narkoba itu ditelan atau diselipkan di besi. Pasalnya kata Rikwanto kasus semacam itu sudah pernah terungkap dan bandar mulai memilih jalur lain.
“Mungkin dipilihlah jalur laut. Karena memang Indonesia adalah negara kepulauan yang perairannya sangat luas. Dan petugas yang menjaga perbatasan memang jumlahnya belum maksimal,” tegas dia.
Meski begitu kata Rikwanto, petugas tetap waspada dengan semua jalur yang kemungkinan digunakan untuk menyelundupkan barang haram. Baik itu laut, udara maupun darat.
“Yang pasti kami bersiaga. Kami juga berkoordinasi dengan aparat lainnya agar pengawasan bisa semakin ketat,” tukas dia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
